Graha Merah Putih Dipakai BGN, Telkom Bidik Bisnis Baru

6 hours ago 7

Graha Merah Putih Dipakai BGN, Telkom Bidik Bisnis Baru

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta/Bisnis-Anshary Madya Sukma\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melihat rencana pemanfaatan Gedung Graha Merah Putih (GMP) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai peluang untuk mengoptimalkan aset sekaligus membuka potensi bisnis baru.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan rencana penyewaan GMP oleh BGN merupakan bagian dari optimalisasi aset properti TelkomGroup. Pemanfaatan gedung tersebut akan dilakukan melalui skema bisnis business-to-business (B2B) yang wajar dan proporsional dengan tetap mengacu pada ketentuan serta tata kelola yang berlaku.

“Bagi Telkom Group, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang dapat menghadirkan peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital unggul dari yang kami miliki,” kata Dian dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut Dian, pemanfaatan Graha Merah Putih juga sejalan dengan penataan dan klasterisasi ruang kerja di lingkungan TelkomGroup. Saat ini, sejumlah unit bisnis TelkomGroup masih tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta.

“Saat ini, sejumlah unit masih yang berkaitan tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta. Melalui penataan ini, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi sesuai stream masing-masing unit. Harapannya, ini dapat membuat kolaborasi menjadi lebih mudah, proses kerja semakin efektif, dan produktivitas karyawan semakin meningkat,” jelasnya.

Perpindahan BGN Dilakukan Bertahap

Penempatan ruang kerja dan transisi BGN ke Graha Merah Putih akan dilakukan secara bertahap. Proses tersebut baru dilakukan setelah negosiasi dan pembahasan bersama pihak-pihak terkait rampung.

Telkom memastikan proses penataan dan perpindahan unit kerja tersebut tidak mengganggu keberlangsungan operasional maupun layanan perusahaan.

Aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan karyawan juga menjadi perhatian Telkom dalam proses penataan serta perpindahan unit kerja. Seluruh tahapan dilakukan dengan mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa fasilitas workstation standar. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja eksisting ke lokasi yang telah disepakati bersama,” lanjut Dian.

Dian menjelaskan optimalisasi GMP merupakan bagian dari rencana penataan ruang kerja TelkomGroup. Sejumlah unit bisnis Telkom saat ini masih menempati lokasi yang berbeda di Jakarta sehingga koordinasi dan kolaborasi antartim belum berjalan secara maksimal.

“Penataan ini diarahkan pada pengelompokan unit berdasarkan karakteristik bisnis, sehingga setiap unit dapat menempati lokasi yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, koordinasi dan kolaborasi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Telkom Tetap Peremajaan Pusat Operasional

Di tengah rencana optimalisasi aset properti tersebut, Telkom juga tetap menjalankan program peremajaan Telkom Integrated Operation Center (TIOC).

Program peremajaan TIOC menjadi bagian dari siklus modernisasi teknologi TelkomGroup. Peremajaan tersebut mencakup adopsi otomasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta sistem monitoring generasi terbaru.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan TelkomGroup ke depan, seiring dengan pengembangan dan modernisasi teknologi perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|