REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM — Pasukan pendudukan Israel memberlakukan pembatasan ketat di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki pada hari pertama Ramadhan 1447 H. Selain membatasi akses ke Masjid Al-Aqsa, otoritas Israel juga memperluas pengerahan militer dan menghancurkan sebuah kompleks perumahan warga Palestina di Hebron (Al-Khalil).
Otoritas penyiaran Israel melaporkan, langkah-langkah keamanan tersebut mencakup intensifikasi kehadiran militer di seluruh Yerusalem dan penguatan unit-unit khusus di Tepi Barat. Ribuan polisi dan penjaga perbatasan disiagakan di sekitar gerbang Kota Tua dan kompleks Masjid Al-Aqsa, seperti dilansir dari Palestine Chronicle.
Media Israel menyebutkan, otoritas penjajah berencana memberlakukan kuota jumlah jamaah dan pembatasan usia bagi warga Palestina dari Tepi Barat yang ingin beribadah di Al-Aqsa, terutama pada waktu sholat Jumat.
Laporan Al-Jazeera mengungkapkan, langkah ini disertai dengan aksi penangkapan terhadap warga yang dituduh melakukan penghasutan, pemantauan sistematis terhadap media sosial, serta pengoperasian ruang pengawasan untuk melacak pergerakan warga. Sejumlah ruas jalan di dekat tembok pemisah di utara Yerusalem juga ditutup untuk mencegah warga masuk tanpa izin resmi.

2 weeks ago
5
















































