Banjir Sempat Terjadi Akibat Curah Hujan Tinggi di Jakarta, Pramono: 1 Jam Kering

1 month ago 20

Warga menggunakan payung saat berjalan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim selalu melakukan pemantauan perkembangan cuaca setiap harinya. Hal itu dilakukan untuk mencegah potensi banjir akibat curah hujan tinggi, mengingat saat ini Jakarta masih berada di periode puncak musim hujan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca. Menurut dia, pemantauan itu dilakukan agar Pemprov Jakarta bisa mengambil langkah pencegahan ketika terdapat potensi curah hujan tinggi.

"Jadi Pemerintah DKI Jakarta day by day selalu memonitor info dari BMKG, karena pengalaman kami akan lebih baik kalau tindakan preventif itu dilakukan," kata dia, Selasa (6/1/2026).

Pramono mengungkapkan, beberapa hari terakhir curah hujan di Jakarta cukup tinggi. Alhasil, terdapat sejumlah wilayah di ibu kota yang tergenang banjir.

Meski begitu, ia menilai, banjir itu dapat ditangani dengan cepat. Pasalnya, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan agar banjir tidak terlalu lama menggenang wilayah Jakarta.

"Sebenarnya kemarin beberapa kali curah hujan itu tinggi sekali, tetapi kami melakukan modifikasi cuaca, pompa kami siapkan. Begitu hujan, Jakarta tidak sampai 1 jam sudah kering kembali," kata dia.

Ia mengatakan, Pemprov Jakarta selalu siap untuk melakukan modifikasi cuaca ketika terdapat potensi hujan dengan intensitas tinggi yang bisa menyebabkan banjir. Selain itu, pompa-pompa yang ada selalu disiagakan untuk melakukan penyedotan air. Termasuk ketika banjir rob terjadi.

"Sekarang ada 1.200 pompa, 600 stasioner, 600 mobile. Itulah yang kami gunakan untuk mengatasi tindakan preventif kalau terjadi air sedang banjir atau apapun," kata Pramono. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|