REPUBLIKA.CO.ID, DOHA— Perubahan cuaca yang ekstrem pada Selasa (20/1/2026) menyebabkan diberlakukannya jam malam di Libya dan penutupan sekolah pada hari Rabu di kota Erbil, Irak.
Selain itu, sejumlah peringatan juga dikeluarkan di negara-negara Arab lainnya untuk berhati-hati terhadap angin kencang, salju, debu, dan kabut.
Hal ini berdasarkan pernyataan resmi dari Libya, Irak, Lebanon, Suriah, Aljazair, Maroko, Yordania, Mesir, Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain.
Libya
Komite Darurat yang dibentuk oleh pemerintah Libya yang berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat di Libya timur, pada Selasa, memberlakukan jam malam menyeluruh.
Libya juga menghentikan sejumlah penerbangan di kota-kota dan wilayah yang berada di bawah kendalinya di bagian timur dan selatan negara itu, dengan latar belakang badai pasir yang melanda Libya sejak Selasa malam, yang menyebabkan kerugian material yang besar.
Keputusan tersebut mulai berlaku sejak dini hari Selasa dan akan berlanjut hingga kondisi cuaca membaik, dengan pengecualian fasilitas medis dan lembaga keamanan, untuk memastikan kelangsungan layanan darurat.
Kementerian Sumber Daya Air pemerintah yang ditunjuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, mengumumkan pemadaman listrik yang mengaliri bendungan, akibat badai dan angin kencang yang melanda wilayah timur negara itu.
Aktivis dan halaman berita Libya di media sosial menyebarkan foto dan video yang mendokumentasikan keganasan badai, yang merobohkan sejumlah pohon besar, beberapa di antaranya jatuh menimpa mobil warga.

1 month ago
19

















































