REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Sayyed Ali Ahmad Khomeini, cucu pendiri Republik Islam Iran Imam Ruhollah Khomeini, menegaskan upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menjatuhkan Republik Islam Iran telah gagal. Dikutip dari wawancaranya dengan Al Mayadeen, dia mengungkapkan, Iran tidak gentar menghadapi tekanan Washington dan Tel Aviv.
“Orang-orang Amerika akan mati dan tidak akan menyaksikan kehinaan kami, kehinaan rakyat kami, maupun kehinaan negara kami, sebagaimana para pendahulu mereka juga telah mati,”tegas dia.
Ia menarik perbandingan dengan kekuatan-kekuatan besar dalam sejarah yang pernah berusaha mendominasi Iran. Mengutip pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayyed Ali Khamenei, ia mengatakan, sebagaimana Firaun mati di puncak kekuasaannya, upaya Amerika Serikat untuk merendahkan Iran juga tidak akan pernah terwujud.
Perang 12 hari
Perang selama 12 hari pun dinilai sebagai konflik yang dipaksakan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sayyed Khomeini juga mendapat hasil yang justru berbalik arah. Padahal, dia mengungkapkan, Washington dan Tel Aviv yakin akan mengakhiri Republik Islam dan menjatuhkan pemerintahan Iran.
Ia menegaskan, sejumlah pihak kembali membicarakan kemungkinan serangan penentu terhadap Iran. Meski menganggap perang besar tidak akan terjadi, ia menegaskan rakyat Iran tidak akan mundur jika perang pecah. “Kami berakar kuat di tanah ini. Kami milik tanah ini. Mereka yang harus pergi,”kata dia.
Sayyed Khomeini menggambarkan masa depan Revolusi Islam Iran bukan sebagai sesuatu yang patut ditakuti. Menurut dia, jalan revolusi itu “berawal dari pengorbanan dan berakhir pada kesyahidan, tanpa jalan kembali”.

1 month ago
6

















































