Dari Diagnosis Pasar Hingga Ekspor, Strategi Baru Bangkitkan UMKM

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri UMKM menegaskan akar masalah pertumbuhan UMKM bukan lagi soal pembiayaan, melainkan pasar domestik yang tidak sehat. Sementara itu, pemerintah daerah dan Kementerian Perdagangan terus menjalankan strategi konkret untuk mendukung pelaku usaha, dari menjaga stabilitas harga hingga membuka akses pasar ekspor.

Menurutnya, akar persoalan pertumbuhan UMKM di Indonesia bukan lagi soal akses pembiayaan, melainkan pasar domestik yang tidak sehat. Meski dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program pelatihan, dan fasilitas produksi telah meningkat dalam dua dekade terakhir, pertumbuhan UMKM tetap stagnan.

"Problem hari ini bukan di akses produksi atau pembiayaan. Itu sudah naik, sudah di-support pemerintah, bank, kampus, dan swasta. Tapi kenapa pertumbuhan UMKM masih landai? Karena masalahnya ada di pasar," ujar Maman dalam temu media di Jakarta, Jumat.

Maman memaparkan bahwa sejak KUR digulirkan pada 2007, total kredit perbankan mencapai Rp8.149 triliun, dengan kredit UMKM sebesar Rp1.580 triliun atau 19,4 persen, sementara kredit non-UMKM Rp6.569 triliun atau 80,6 persen.

Adapun realisasi penyaluran KUR 2025 mencapai Rp270 triliun dengan 4,58 juta debitur, terdiri atas 2,75 juta debitur baru dan 1,54 juta debitur graduasi.

Meski angka penyaluran kredit terus meningkat, Maman menyoroti kondisi pasar domestik yang disebut "kotor", dipenuhi barang impor murah, termasuk yang masuk secara ilegal.

Ia menjelaskan fenomena under invoicing memperparah keadaan, ketika data ekspor negara mitra jauh lebih tinggi dibanding catatan impor Indonesia. "Misalkan impor kita tercatat 100, dari China catatan ekspornya 900. Artinya ada 800 barang yang tidak tercatat, membanjiri pasar kita," tuturnya.

Maman menilai situasi ini bukan sekadar persoalan pendapatan negara, tetapi sudah menjadi problem sosial. Produk UMKM yang seharusnya menopang ekonomi rakyat terdesak oleh banjir barang impor. "Kita seperti masuk lingkaran setan, saling menyalahkan kementerian atau program KUR. Padahal kuncinya ada di pasar domestik yang harus disterilisasi," tegasnya.

Sementara Menteri UMKM menyoroti masalah struktural di tingkat pasar, pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat dan pelaku UMKM di tingkat akar rumput.

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bersama Kodim 0604/Karawang menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Bazar Ramadhan di area Koperasi Merah Putih Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Karawang, Jumat.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan instruksi Presiden RI dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok serta membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

"Melalui Gerakan Pangan Murah ini pemerintah daerah bersama Kodim 0604/Karawang ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadhan di Koperasi Merah Putih," katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|