Sejumlah karyawan perkantoran saat berjalan di kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Kesiapan finansial generasi muda dinilai masih rapuh. Banyak yang masih hidup dari gaji ke gaji tanpa cadangan dana untuk menghadapi kondisi darurat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kesiapan finansial generasi muda dinilai masih rapuh. Banyak yang masih hidup dari gaji ke gaji tanpa cadangan dana untuk menghadapi kondisi darurat.
Berdasarkan data OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan hanya 19 persen generasi muda yang memiliki dana darurat jika kehilangan pekerjaan. Angka ini turun dari 25 persen pada tahun sebelumnya.
“Mayoritas masyarakat Indonesia masih hidup dari gaji ke gaji, tanpa adanya safety net saat kondisi tak terduga terjadi,” demikian dikutip dari artikel edukasi OCBC yang diterima Republika, Rabu (11/2/2026).
OCBC menyebut kondisi darurat seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan keluarga yang mendadak dapat memicu tekanan finansial. “Ketika darurat datang dan tabungan nihil, tekanan finansial bisa berubah bentuk menjadi tekanan emosional,” tulis OCBC.
Dana darurat bukan sekadar menyimpan uang lalu membiarkannya begitu saja. Masyarakat, perlu mengetahui cara membuat uang bekerja untuk dirinya, bukan sebaliknya.
Data yang sama juga mencatat 54 persen generasi muda percaya perencanaan finansial adalah salah satu kunci sukses. Namun, realisasinya dinilai belum optimal.
OCBC juga menyoroti kebiasaan pencatatan keuangan. Sebanyak 77 persen masyarakat belum mencatat keuangan secara rutin.
“Tanpa pencatatan, arus uang sulit terpantau sehingga kebiasaan menabung tidak terbentuk,” tulis OCBC.

4 weeks ago
19

















































