Digital Edge Investasi 4,5 Miliar Dolar Bangun CGK Campus, Pusat Data 500MW

10 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA - Digital Edge mengumumkan investasi sebesar 4,5 miliar dolar AS untuk membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500 MW di GIIC Industrial Estate, Bekasi. Proyek ini menjadi investasi infrastruktur terbesar perusahaan dan mempertegas komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Permintaan kapasitas data center di Indonesia meningkat signifikan seiring pertumbuhan layanan digital, cloud, dan pemanfaatan AI di berbagai industri. Dengan potensi ekspansi hingga 1GW, CGK Campus dirancang untuk menjadi salah satu fasilitas hyperscale terbesar dan paling strategis di Indonesia.

Infrastruktur Hyperscale untuk untuk Kebutuhan AI dan Cloud Generasi Berikutnya.

CGK Campus dirancang dengan standar efisiensi dan keberlanjutan tingkat tinggi, mulai dari target annualized PUE 1,25 yang menjadi salah satu terbaik di kelas hyperscale, penerapan teknologi direct‑to‑chip liquid cooling untuk mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi, hingga penggunaan sistem daur ulang air dan integrasi energi terbarukan. Fasilitas ini juga mengusung arsitektur carrier‑neutral untuk memastikan fleksibilitas konektivitas dan akses ke ekosistem jaringan yang lebih luas.

Berlokasi kurang dari 15 km dari klaster data center utama di kawasan dan sekitar 40 km dari fasilitas data center EDGE1 dan EDGE2, lokasi kampus ini menawarkan konektivitas latensi rendah ke pusat bisnis Jakarta. Pembangunan dilakukan bertahap: Gedung pertama siap beroperasi Q4 2026, diikuti gedung kedua Q1 2027 dan ketiga Q2 2027.

“CGK Campus adalah tonggak penting dalam strategi kami di Asia Pasifik dan menjadi investasi infrastruktur terbesar yang pernah kami lakukan. Langkah ini akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi lonjakan permintaan layanan digital, cloud, dan AI di tahun‑tahun mendatang," kata John Freeman, CEO Digital Edge.

Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia mengatakan kebutuhan infrastruktur digital nasional telah tumbuh lebih cepat dari ketersediaannya. “CGK Campus hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan kapasitas 500MW yang berkelanjutan, siap untuk deployment hyperscale dan AI dalam skala besar,” ujarnya.

Kampus ini akan ditopang oleh jaringan fiber dan infrastruktur Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia. “Infrastruktur kami menjadi fondasi konektivitas CGK Campus,” ujar Andy Rigoli, CEO Indonet.

Dia mengatakan seluruh rute baru ke GIIC dibangun sepenuhnya di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan. Didukung perangkat berstandar tinggi dan pemantauan canggih, integrasi ini memastikan solusi carrier‑neutral yang siap memenuhi kebutuhan hyperscale dan enterprise.

Dengan dukungan konektivitas yang kuat dan desain yang berkelanjutan, CGK Campus menegaskan langkah Digital Edge dalam membangun fondasi digital masa depan Indonesia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|