Warga Iran berjalan di samping papan reklame bertuliskan Iran Tanah Air Kami di Lapangan Enqelab di Teheran, Iran, 13 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Pemerintah Iran telah memberlakukan tindakan keras yang mematikan terhadap protes di Iran, dengan lebih dari 2.400 demonstrasi dikabarkan meninggal dunia dalam aksi protes. Protes dimulai akhir bulan lalu ketika jatuhnya nilai mata uang menyebabkan ribuan warga Iran turun ke jalan, yang kemudian menjadi ancaman paling serius bagi rezim dalam beberapa tahun terakhir.
Keruntuhan ekonomi negara tersebut terlihat jelas dari nilai mata uang lokalnya, Rial. Data Morningstar menunjukkan nilainya sekitar 42.000 rial per dolar pada pertengahan Desember, sekarang nilainya lebih dari 1,1 juta rial per dolar, setelah beberapa hari lalu mencapai angka terendah sepanjang masa yaitu 1,4 juta rial.
Mengutip Independent, dalam hal daya beli barang dari luar negeri, uang tiba-tiba hampir tidak bernilai bagi warga Iran. Secara internal, situasinya tidak jauh lebih baik.
Iran telah menderita inflasi yang tinggi secara terus-menerus selama beberapa tahun, tetapi dalam 12 bulan terakhir telah mencapai tingkat yang hampir tak terbayangkan. Inflasi melonjak dari 31,8 persen pada Januari 2025 menjadi 48,6 persen pada Oktober 2025, menurut Pusat Statistik Iran, melalui Trading Economics. Sementara angka Desember 2025 dikutip di atas 42 persen.
Data World Bank menunjukkan, inflasi tahunan melebihi 32 persen untuk tahun penuh terakhir yang tersedia (2024), menempatkannya di peringkat ke-9 tertinggi di dunia untuk tahun tersebut. Sejak 2008, Iran hanya mengalami tingkat inflasi di bawah 25 persen dalam lima dari 16 tahun.

1 month ago
23

















































