Epstein di Pusaran Rencana Gila Migrasi Yahudi Rusia ke Israel: Redefinisi Siapa Yahudi

1 month ago 6

Jeffrey Epstein, kiri, bersama Donald Trump di perkebunan Mar-a-Lago milik presiden saat ini di Florida pada 1997.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK—Sebuah gelombang baru dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS dalam apa yang dikenal sebagai “Berkas Epstein” mengungkap rekaman suara yang digambarkan sebagai “berbahaya”.

Momen tersebut mempertemukan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dengan miliarder yang dihukum karena kejahatan seksual Jeffrey Epstein, mengungkap pembicaraan untuk membawa satu juta orang dari negara-negara berbahasa Rusia ke Israel.

Rekaman yang tidak bertanggal itu mengungkapkan, Barak secara terbuka berbicara kepada Epstein tentang kebutuhan Israel akan satu juta orang Rusia tambahan untuk membawa perubahan dalam struktur negara.

Barak menganggap angka tersebut cukup untuk membawa perubahan yang sangat dramatis di Israel, tidak hanya pada tingkat demografis, tetapi juga dalam struktur ekonomi dan budaya masyarakat Israel.

Selektivitas

Menurut bocoran tersebut, Barak menekankan selama percakapan bahwa Israel dapat dengan mudah menampung jumlah tersebut, tetapi dia menekankan perlunya pihak berwenang untuk lebih selektif daripada yang dilakukan pada gelombang imigrasi sebelumnya.

Barak menyebut kondisi saat ini sangat berbeda dari gelombang imigrasi sebelumnya.

Barak menambahkan, Israel tidak seperti di masa lalu ketika tujuan mendatangkan imigran adalah untuk menyelamatkan orang dan menerima siapa pun yang datang, sekarang dapat lebih selektif dan mengontrol apa yang dia sebut sebagai kualitas imigran baru.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|