Fundraising Internasional Kian Strategis, Qudwah Indonesia Raih Penghargaan IFA 2025

10 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas fundraising lintas negara semakin memegang peran strategis di tengah meningkatnya tantangan kemanusiaan global. Kondisi tersebut mendorong lembaga filantropi untuk tidak hanya menggalang dana, tetapi juga memastikan tata kelola, transparansi, dan dampak program yang terukur.

Dalam konteks itu, Qudwah Indonesia meraih penghargaan kategori Fundraising Program Internasional Terbaik pada ajang Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Qudwah dalam mengelola program kemanusiaan lintas negara yang dinilai berdampak nyata dan akuntabel.

Sebelumnya, pada 2024, Qudwah Indonesia juga memperoleh penghargaan sebagai Platform Fundraising Digital Terbaik untuk kategori non-LAZ. Capaian tersebut memperkuat posisi Qudwah sebagai salah satu lembaga filantropi yang aktif mengembangkan model fundraising berbasis kolaborasi dan teknologi.

Pengakuan ini datang di tengah masih tingginya tekanan krisis pangan dan kemiskinan global. Berdasarkan laporan The State of Food Security and Nutrition in the World (SOFI) 2025 yang disusun oleh FAO, UNICEF, WFP, WHO, dan IFAD, sekitar 673 juta orang di dunia masih mengalami kelaparan. Kawasan Asia Barat tercatat sebagai salah satu wilayah dengan peningkatan signifikan, dengan 12,7 persen penduduknya atau sekitar 39 juta orang hidup dalam kondisi rawan pangan.

Sepanjang 2025, Qudwah Indonesia menjalankan sejumlah program kemanusiaan internasional melalui kolaborasi dengan mitra di Suriah, Turki, Yaman, serta beberapa negara di Afrika. Program tersebut mencakup respons bencana, qurban, Ramadhan, dan penyediaan air bersih, dengan total lebih dari 10.300 penerima manfaat.

Selain itu, Qudwah juga menempatkan Palestina sebagai salah satu fokus utama program kemanusiaannya. Sepanjang 2025, bantuan yang disalurkan meliputi pangan, layanan kesehatan, air bersih, bantuan Ramadhan, qurban, hingga bantuan musim dingin, dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 155.600 orang.

Pada 2026, Qudwah Indonesia menargetkan ekspansi program internasional, termasuk penguatan layanan pangan, kesehatan, dan pendidikan. Lembaga ini juga merencanakan pembukaan kantor cabang di Gaza serta pembangunan Rumah Sakit Abu Yusuf An-Najjar sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kemanusiaan jangka panjang.

Di dalam negeri, kiprah Qudwah Indonesia juga mendapat perhatian pemerintah daerah. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai peran lembaga kemanusiaan penting dalam mendukung fase pemulihan pascabencana yang kerap tidak tertangani secara optimal oleh pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan bencana. Dukungan lembaga kemanusiaan sangat dibutuhkan, terutama pada fase pemulihan,” ujar Tri Adhianto, awal Januari 2026.

Direktur Program Qudwah Indonesia Erwan Zaenal mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi lembaga untuk terus memperkuat tata kelola dan dampak program.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk menjaga integritas, transparansi, dan kebermanfaatan setiap program yang dijalankan, sekaligus menjembatani kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu kemanusiaan global,” ujar Erwan.

Dengan capaian tersebut, Qudwah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan praktik fundraising yang profesional dan berkelanjutan, seiring meningkatnya kebutuhan kolaborasi global dalam merespons krisis kemanusiaan lintas negara.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|