
Suasana kegiatan deklarasi Jejaring Tepo Seliro Sumbu Filosofi Jogja di Pelataran Senopati, diisi dengan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (4/8/2026) ist
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya menjaga kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta agar tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang dirangkai dengan deklarasi Jejaring Tepo Seliro Sumbu Filosofi Jogja di Pelataran Senopati.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pelaku ekonomi yang sehari-hari beraktivitas di kawasan strategis tersebut. Mulai dari pedagang kaki lima (PKL) Teras Malioboro, komunitas andong wisata, pedagang Pasar Senthir, hingga petugas parkir dan keamanan kawasan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Rudi Susanto, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus memperkuat kolaborasi antar-pelaku kawasan.
“Kami ingin memastikan bahwa para pekerja di kawasan Sumbu Filosofi, baik formal maupun informal, mendapatkan perlindungan yang layak. Melalui kolaborasi ini, kami juga mendorong kesadaran bersama akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya melalui keterangan persnya, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus dilakukan pembagian kartu kepesertaan sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperluas jangkauan perlindungan.
Tak hanya itu, momentum ini juga ditandai dengan deklarasi Jejaring Tepo Seliro Sumbu Filosofi Jogja. Jejaring ini menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kawasan tetap kondusif.
Rudi menegaskan, nilai tepo seliro yang berarti saling menghargai dan memahami menjadi fondasi penting dalam membangun keharmonisan di kawasan yang menjadi ikon Jogja tersebut.
“Semangat tepo seliro harus menjadi budaya bersama. Dengan saling menghargai dan berkolaborasi, kita bisa menciptakan kawasan yang tidak hanya nyaman bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Koordinator Tepo Seliro, Kamarudin Souwakil, menambahkan deklarasi ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh elemen untuk menjaga kawasan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia.
Dalam ikrar yang dibacakan, seluruh peserta sepakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun komunikasi dan kerja sama lintas sektor guna mencegah potensi gangguan sejak dini.
Kawasan Sumbu Filosofi yang membentang dari Tugu, Malioboro, Titik Nol Kilometer hingga Keraton Yogyakarta selama ini tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga ruang hidup bagi ribuan masyarakat.
Karena itu, sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Jejaring Tepo Seliro diharapkan mampu menghadirkan perlindungan sosial sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kawasan yang aman, nyaman, sekaligus memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh pelaku ekonomi di dalamnya,” kata Rudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































