Ilustrasi penampilan pemuda Garut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bosan dengan perayaan ulang tahun yang itu-itu saja? Bersiaplah, karena Kabupaten Garut akan membongkar rahasia besar yang selama ratusan tahun terkunci rapat di balik nisan bupati-bupati terdahulu dan lorong waktu Titik Nol yang melegenda dalam perayaan Hari Jadi ke-213!
Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sedang menyiapkan rangkaian acara puncak Hari Jadi Garut (HJG) yang jatuh pada 16 Februari 2026. Tahun ini, perayaan mengusung tema filosofis "Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang". Frasa ini bukan sekadar deretan kata, melainkan doa dan visi besar untuk masa depan daerah yang dikenal sebagai Swiss van Java.
Secara mendalam, "Gumiwang" memiliki makna bersinar atau bercahaya. Hal ini merefleksikan keinginan agar Kabupaten Garut dapat menonjolkan potensi unggulannya, baik dari sektor pariwisata, budaya, maupun ekonomi kreatif, sehingga mampu bersinar di kancah nasional maupun internasional. Harapannya, setiap inovasi yang lahir dari Garut dapat membawa manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakatnya.
Sementara itu, "Tanjeur Dangiang" merujuk pada kokohnya jati diri dan martabat yang luhur. "Tanjeur" berarti berdiri tegak atau konsisten, sedangkan "Dangiang" bermakna wibawa atau pesona yang terpancar dari sebuah nilai moral. Secara keseluruhan, tema ini menegaskan komitmen Pemkab Garut untuk tetap kokoh menjaga akar budaya Sunda dan nilai-nilai luhur leluhur di tengah arus modernisasi yang kian kencang.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menjelaskan pada Rabu (28/1) bahwa perayaan kali ini akan menonjolkan sisi edukasi sejarah yang selama ini jarang diketahui publik. Jika biasanya ziarah hanya berfokus pada makam Bupati pertama, RAA Adiwijaya, tahun ini Pemkab akan mengenalkan keberadaan makam Bupati ketiga hingga ke-13 yang selama ini belum terpublikasi secara luas.
Selain ziarah makam, rangkaian agenda wisata sejarah lainnya mencakup pengenalan Titik Nol Garut, Sumur Cikal Bakal berdirinya kabupaten, hingga bangunan ikonik Babancong di Alun-alun. Seluruh kegiatan ini akan dikemas secara modern melalui kolaborasi dengan komunitas lokal dalam event "Walking Garut". Wisata jalan kaki ini akan membawa masyarakat dan pelancong menyusuri peta sejarah titik-titik penting yang menjadi saksi bisu lahirnya Kabupaten Garut.
sumber : Antara

1 hour ago
1
















































