
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (17/6/2026), di tengah sikap pelaku pasar yang masih cenderung wait and see menanti arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
IHSG tercatat naik 66,99 poin atau 1,07 persen ke level 6.321,96 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 5,46 poin atau 0,87 persen ke posisi 630,14.
Penguatan ini terjadi di tengah sejumlah sentimen global dan domestik yang masih membayangi pergerakan pasar.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, mengatakan investor sebaiknya mencermati level krusial sebelum mengambil keputusan lanjutan.
“Disarankan menunggu break out level penting di 6.300 sebelum melakukan average up. Masih ada sejumlah agenda besar pekan ini yang berpotensi memicu volatilitas pasar, seperti RDG BI serta keputusan MSCI dan FTSE Russell,” ujarnya.
Pasar Global Masih Dinamis
Dari sisi global, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali meningkat. Sekitar 40 persen fund manager memperkirakan adanya kenaikan suku bunga dalam 12 bulan ke depan, melonjak dari sebelumnya 16 persen.
Selain itu, mayoritas pelaku pasar memperkirakan Ketua The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan bernada hawkish dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini.
Meski demikian, sentimen global masih tergolong positif. Survei Global Fund Manager Bank of America menunjukkan tingkat optimisme investor mendekati puncaknya, meskipun mulai muncul divergensi antar kawasan.
Investor juga mulai mengalihkan strategi ke arah yang lebih defensif. Eksposur terhadap saham global menurun, termasuk sektor teknologi. Sebaliknya, alokasi investasi meningkat ke Jepang, sektor material, dan perbankan.
Menariknya, saham semikonduktor kini menjadi posisi paling padat (crowded trade), dengan sekitar 80 persen responden menempatkannya sebagai investasi utama.
Harga Minyak dan Geopolitik Tekan Pasar
Dari komoditas, harga minyak dunia kembali tertekan menjelang rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss pada 19 Juni 2026.
Presiden AS Donald Trump menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka penuh, disertai rencana negosiasi lanjutan selama 60 hari. Namun, kesepakatan ini masih menuai kontroversi, terutama dari Israel yang menilai isi perjanjian belum mencakup isu strategis seperti program rudal Iran.
Sentimen Domestik Jadi Penentu
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan sejumlah agenda penting, termasuk Global Market Accessibility Review dari MSCI dan penyesuaian indeks FTSE Russell pada Jumat (19/6).
Selain itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (18/6) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Pemerintah juga tengah bersiap menerbitkan Panda Bonds pada akhir Juni atau awal Juli 2026 sebagai upaya diversifikasi pembiayaan dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Bank Dunia sendiri masih mempertahankan proyeksi positif terhadap ekonomi Indonesia, dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,0 persen pada 2026 dan meningkat ke 5,2 persen pada periode 2027-2028.
Namun, lembaga tersebut menekankan pentingnya reformasi struktural, peningkatan produktivitas, serta efisiensi belanja publik untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.
Bursa Global Beragam
Pada perdagangan sebelumnya, bursa Eropa ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,38 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,61 persen, DAX Jerman naik tipis 0,07 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,75 persen.
Sementara itu, Wall Street bergerak variatif. Dow Jones menguat 0,64 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah 0,57 persen dan 1,89 persen.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa juga beragam. Indeks Nikkei menguat 0,76 persen, Strait Times naik 1,23 persen, sementara Shanghai dan Hang Seng masing-masing terkoreksi tipis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































