IHSG Menguat, Pasar Mulai Pulih Usai Tekanan Tajam

3 hours ago 2

Sejak awal sesi, IHSG bergerak di zona hijau.

Rep: Dian Fath Risalah,Dian Fath Risalah,Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha

Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Sejak awal sesi, IHSG bergerak di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 8.408, sebelum bertahan di area 8.329. Penguatan indeks ditopang mayoritas saham yang bergerak naik, mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan pelaku pasar setelah tekanan tajam pada perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini terjadi setelah IHSG pada Kamis (29/1/2026) ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232. Tekanan pasar dalam beberapa hari terakhir sempat memicu koreksi dalam dan penghentian sementara perdagangan, sebelum akhirnya indeks mulai menunjukkan perbaikan.

Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menilai, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi bervariasi di kisaran 8.200 hingga 8.400. Stabilnya nilai tukar rupiah dan sikap The Federal Reserve yang menahan suku bunga menjadi faktor penopang sentimen pasar.

“Rupiah JISDOR stabil di level Rp16.786 per dolar AS setelah The Fed kembali menahan suku bunga,” ujar Ratih, Jumat (30/1/2026).

Meski demikian, tekanan dari investor asing masih terlihat. Pada perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan arus keluar dari pasar ekuitas sebesar Rp4,63 triliun. Secara tahun berjalan, kinerja IHSG masih tercatat melemah 4,80 persen dan menjadi yang terlemah di kawasan ASEAN.

Di tengah kondisi pasar yang mulai pulih, Ajaib Sekuritas menilai sejumlah saham berpotensi memanfaatkan momentum rebound. Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dinilai memiliki peluang pembalikan arah di area support, seiring indikasi akumulasi dan dukungan aksi korporasi dari induk usahanya.

Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diperkirakan berpotensi rebound jangka pendek dari area support, didukung rencana penerbitan obligasi untuk ekspansi dan refinancing tanpa dilusi saham. Adapun saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) juga dinilai menarik secara teknikal untuk perdagangan jangka pendek, setelah bergerak di area jenuh jual.

Dari global, bursa Wall Street bergerak bervariasi, sementara bursa Asia Pasifik cenderung menguat seiring meningkatnya aliran dana ke kawasan Asia. Kondisi tersebut turut memberi ruang bagi pasar saham domestik untuk melanjutkan penguatan secara bertahap.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|