REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wajah pesisir Nusantara kini mulai bersalin rupa, dari permukiman kumuh menjadi kawasan produktif yang tertata rapi di bawah bendera Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan simbol kebangkitan ekonomi biru yang memadukan modernitas infrastruktur dengan semangat kemandirian masyarakat bahari.
Kehadiran KNMP menjadi jawaban atas kerinduan nelayan akan fasilitas modern yang mampu menjaga kualitas hasil tangkapan mereka dari laut hingga ke meja makan. Dengan dukungan ekosistem yang terintegrasi, kampung-kampung ini kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang siap menghubungkan potensi lokal menuju pasar internasional.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengonfirmasi bahwa 19 titik KNMP telah rampung 100 persen dan mulai beroperasi sepenuhnya. Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, menjelaskan dalam jumpa pers di Jakarta pada Rabu (28/1), bahwa dari total 65 titik yang direncanakan, sisanya telah mencapai progres rata-rata 80 persen. Beberapa lokasi yang sudah aktif antara lain Tolitoli, Bumiharjo, Pujiharjo, Lebetawi, Gebang Mekar, Karang Duwur, dan Poncosari.
Sejalan dengan perkembangan infrastruktur ini, produk perikanan Indonesia terus memperkuat posisinya di pasar global. Komoditas unggulan seperti udang (terutama jenis vaname), tuna, tongkol, dan cakalang menjadi primadona ekspor yang menyumbang devisa besar bagi negara. Selain itu, produk bernilai tambah seperti cumi-cumi, sotong, gurita, hingga rumput laut juga semakin diminati untuk memenuhi kebutuhan industri pangan dunia.
Negara tujuan ekspor utama masih didominasi oleh Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai pasar terbesar untuk udang dan produk beku lainnya. Selain itu, Jepang tetap menjadi mitra setia untuk pasokan tuna kualitas premium, sementara wilayah Uni Eropa dan negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) juga menunjukkan tren permintaan yang stabil untuk berbagai hasil laut olahan.
Menariknya, pasar Timur Tengah kini mulai melirik potensi pesisir kita. Salah satu prestasi membanggakan datang dari KNMP Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang telah melakukan ekspor perdana hampir satu ton ikan segar ke Arab Saudi pada 9 Januari 2026. Hal ini membuktikan bahwa standar kualitas di kampung nelayan telah memenuhi regulasi ketat mancanegara.
Kampung Nelayan Merah Putih Bentenge merupakan salah satu role model transformasi pemukiman pesisir di Kabupaten Bulukumba. Berlokasi strategis di wilayah yang dikenal sebagai "Bumi Panrita Lopi", KNMP Bentenge tidak hanya ditata ulang secara estetika untuk menghilangkan kesan kumuh, tetapi juga diperkuat secara struktural dengan pembangunan jalan lingkungan, drainase yang tertata, serta perbaikan hunian nelayan agar lebih layak huni dan sehat.
sumber : Antara

1 hour ago
1















































