Imam Al-Ghazali: Lebih Afdal Berzikir di Tempat Kebanyakan Orang Lupa

3 hours ago 3

Jamaah mengumandangkan dzikir saat momen pergantian tahun dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/1/2026). Dzikir yang dipimpin Ketua Umum JATMAN DKI KH Muhammad Danial Nafis diikuti oleh ratusan jamaah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kesibukan bekerja dan mencari rezeki tidak seharusnya menjauhkan seorang Muslim dari mengingat Allah SWT. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menegaskan pentingnya membiasakan zikir di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk saat berada di pasar, toko, dan dalam berbagai aktivitas ekonomi, sebagai bentuk ketakwaan yang tetap hidup di tengah hiruk-pikuk dunia.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali mengingatkan agar kita membiasakan diri selalu berzikir kepada Allah SWT dalam keadaan apapun dan dimanapun misalnya di pasar, toko, saat aktivitas berjual beli dan saat melakukan aktivitas positif lainnya.

Berzikir kepada Allah SWT di pasar, tempat di mana kebanyakan orang justru lupa adalah lebih afdhal atau lebih utama bagi yang melakukannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seseorang yang berzikir kepada Allah SWT di tengah-tengah orang banyak yang melupakan-Nya, bagaikan seorang ksatria yang gagah berani di tengah-tengah para musuhnya yang melarikan diri karena takut di medan pertempuran, atau seperti orang yang hidup di antara orang- orang yang telah mati."

Seseorang yang berzikir kepada Allah SWT di tengah-tengah orang banyak yang melupakan-Nya, dalam riwayat yang lain disebutkan dengan redaksi seperti ini, "Seperti sebatang pohon hijau yang tumbuh lebat di antara pohon-pohon kering yang gersang tanpa dedaunan."

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|