Imigrasi Ngurah Rai Antisipasi Overstay WNA Akibat Perang Timur Tengah

4 hours ago 1

Imigrasi Ngurah Rai Antisipasi Overstay WNA Akibat Perang Timur Tengah Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, BADUNG—Kantor Imigrasi Ngurah Rai meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi warga negara asing (WNA) yang berpotensi melebihi masa izin tinggal (overstay) akibat gangguan penerbangan internasional imbas konflik Timur Tengah.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengatakan pemantauan dilakukan secara intensif menyusul situasi global yang bergejolak. “Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif,” ucapnya di Jimbaran, Minggu.

Menurut Bugie, WNA bisa menghadapi risiko overstay karena pembatalan penerbangan sehingga mereka tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai jadwal yang ditetapkan. Untuk itu, ia meminta para penumpang yang masa izin tinggalnya hampir habis atau telah berakhir untuk segera melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara guna memperoleh arahan lebih lanjut.

Penanganan kasus overstay akan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mempertimbangkan kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional. Imigrasi memastikan setiap kasus ditangani secara profesional, proporsional, dan tetap mengedepankan kepastian hukum serta pelayanan publik.

Ia juga mengimbau calon penumpang tujuan internasional, terutama rute transit Timur Tengah, untuk secara berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara. “Prioritas utama kami adalah agar proses administrasi keimigrasian kepada penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan antrean, Imigrasi Ngurah Rai menambah jumlah personel per shift dari 25 menjadi 30 orang, khususnya di arus kedatangan dan keberangkatan internasional. Selain itu, pihak imigrasi berkoordinasi dengan otoritas bandara, maskapai, dan instansi terkait untuk memantau pergerakan rute dan mengaktifkan rencana kontingensi bagi penumpang terdampak.

Eskalasi konflik Timur Tengah telah memicu penutupan wilayah udara di beberapa negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran, sehingga berdampak pada jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali. Berdasarkan laporan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 WITA, lima penerbangan utama dari Bali terdampak, yaitu Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|