Indeks Dunia Ungkap Kota dengan Beban Hidup Terberat

3 hours ago 2

Indeks Dunia Ungkap Kota dengan Beban Hidup Terberat Foto ilustrasi New York. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kota paling stres di dunia menjadi sorotan dalam indeks global terbaru yang menilai tekanan hidup perkotaan berdasarkan biaya hidup, kemacetan, kesehatan, kejahatan, dan polusi.

Studi tersebut menempatkan New York sebagai kota dengan tingkat stres tertinggi saat ini. Temuan ini diungkap dalam laporan lembaga remitansi global yang menganalisis lebih dari 170 kota di dunia menggunakan data lintas sektor.

Laporan tersebut menunjukkan tekanan hidup di kota besar tidak hanya dipengaruhi peluang ekonomi, tetapi juga tantangan harian seperti perjalanan jauh, biaya kebutuhan yang meningkat, kekhawatiran keamanan, keterbatasan akses kesehatan, hingga kualitas udara. Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap tingkat stres warga perkotaan yang terus meningkat.

Indeks global tersebut disusun dengan mengukur lima indikator utama, yaitu waktu tempuh rata-rata perjalanan sejauh 10 kilometer berdasarkan data TomTom, indeks biaya hidup, indeks layanan kesehatan, tingkat kejahatan dari Numbeo, serta tingkat polusi tahunan dari IQAir. Setiap kota kemudian diberikan skor stres dari skala 0–10, dengan nilai lebih tinggi menunjukkan tekanan hidup yang lebih besar.

New York Jadi Kota Paling Stres

New York, Amerika Serikat, menempati posisi pertama sebagai kota paling stres untuk ditinggali. Biaya hidup yang sangat tinggi dengan indeks mencapai 100 menjadikan kota ini salah satu yang termahal di dunia, mencakup perumahan, kebutuhan sehari-hari, transportasi, hingga biaya makan di luar rumah.

Meski memiliki layanan kesehatan berkualitas dan tingkat polusi relatif rendah untuk kota berpenduduk besar, tekanan finansial tetap menjadi sumber stres utama warga. Jam kerja panjang, persaingan karier yang ketat, serta kepadatan penduduk memperkuat tekanan kehidupan sehari-hari.

Dublin Hadapi Tekanan Perumahan

Dublin, Irlandia, berada di posisi berikutnya dengan tekanan hidup yang dipicu pertumbuhan industri teknologi dan keuangan yang pesat. Perkembangan ekonomi tersebut justru diiringi meningkatnya harga perumahan dan biaya sewa yang semakin sulit dijangkau.

Waktu tempuh rata-rata perjalanan sekitar 32 menit untuk jarak 10 kilometer menjadi salah satu yang tertinggi di Eropa, memperbesar tekanan harian warga. Pada akhir 2024, rasio harga rumah terhadap pendapatan tercatat sekitar 11% di atas rata-rata, mencerminkan tekanan pasar properti yang signifikan, terutama bagi generasi muda.

Kota Meksiko dan Manila Tertekan Kemacetan

Kota Meksiko juga masuk dalam daftar kota paling stres, terutama karena jumlah penduduk metropolitan yang mencapai lebih dari 22 juta jiwa. Kemacetan lalu lintas kronis membuat perjalanan 10 kilometer membutuhkan waktu hampir 32 menit, memperburuk rutinitas harian warga.

Selain itu, kekhawatiran keamanan menjadi faktor utama dengan indeks kejahatan mencapai 66,8, salah satu yang tertinggi dalam penelitian tersebut. Kondisi ini meningkatkan tekanan psikologis masyarakat perkotaan.

Manila, Filipina, menghadapi tantangan serupa berupa kemacetan parah dan jaringan jalan terbatas. Waktu tempuh rata-rata hampir 32 menit untuk jarak 10 kilometer menjadikan mobilitas harian sangat menantang.

Dengan indeks kejahatan 64,6 serta kepadatan penduduk tinggi, tekanan hidup di Manila semakin kompleks, terutama bagi warga yang harus menyeimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.

London Tertekan Biaya dan Mobilitas

London, Britania Raya, juga masuk dalam daftar kota paling stres karena kombinasi biaya hidup tinggi dan waktu perjalanan yang panjang. Walaupun layanan kesehatan di kota tersebut berkualitas baik, biaya sehari-hari dan kepadatan mobilitas tetap menjadi sumber tekanan utama bagi penduduknya.

Temuan kota paling stres di dunia ini menunjukkan bahwa kualitas hidup perkotaan sangat dipengaruhi keseimbangan antara peluang ekonomi dan beban hidup sehari-hari. Analisis tersebut juga memperlihatkan bahwa faktor biaya hidup dan mobilitas menjadi penentu utama tingkat stres di banyak kota global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|