REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di tiga wilayah terdampak bencana pada akhir 2025 melonjak tinggi. Provinsi Aceh tercatat mengalami inflasi hingga 6,71 persen, Sumatera Barat (Sumbar) sebesar 5,15 persen, dan Sumatera Utara (Sumut) mencapai 4,66 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka-angka tersebut jauh di atas target sasaran tahunan inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Tingkat inflasi di ketiga wilayah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi tahunan nasional sebesar 2,92 persen.
“Secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi, dan inflasi tertinggi terjadi di Aceh yaitu sebesar 6,71 persen, serta inflasi terendah terjadi di Sulawesi Utara yaitu 1,23 persen,” kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Adapun tingkat inflasi tertinggi kedua yakni Sumbar sebesar 5,15 persen secara tahunan (yoy). Disusul Riau sebesar 4,88 persen (yoy), dan Sumut mencapai 4,66 persen (yoy). Provinsi lain yang mencatatkan angka melampaui target sasaran nasional yakni Jambi sebesar 3,71 persen, Kalimantan Selatan (Kalsel) sebesar 3,66 persen, dan Maluku 3,58 persen.
Sementara itu, tingkat inflasi per provinsi secara tahunan yang berada di bawah target sasaran yakni Provinsi Lampung sebesar 1,25 persen dan Sulawesi Utara (Sulut) sebesar 1,23 persen. Selebihnya berada di kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen.
Secara bulanan (month to month/mtm), tingkat inflasi di Provinsi Aceh pada Desember 2025 tembus 3,6 persen, melonjak dibandingkan November 2025 yang mengalami deflasi sebesar minus 0,67 persen.
Tingkat inflasi di Provinsi Sumut pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,66 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya di angka minus 0,42 persen. Adapun di Sumbar, tingkat inflasi tercatat 1,48 persen pada Desember 2025, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar minus 0,24 persen.
“Penyebab kejadian inflasi di ketiga wilayah tersebut dikarenakan kenaikan harga komoditas yang diakibatkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025,” ungkap Pudji.
Ia menerangkan, secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di ketiga wilayah tersebut. Di Aceh, inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga beras. Di Sumut, inflasi didorong kenaikan harga cabai rawit, sementara di Sumbar terutama dipicu kenaikan harga bawang merah.

1 month ago
18










































