Ini Tujuh Skenario Jika AS Benar-Benar Menyerang Iran

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat tampaknya siap menyerang Iran dalam beberapa hari mendatang. Meskipun target potensial sebagian besar dapat diprediksi, tapi hasilnya tidak.

Jika kesepakatan pada menit terakhir tidak dapat dicapai, Presiden Donald Trump memutuskan untuk memerintahkan pasukan AS untuk menyerang, lalu apa saja kemungkinan akibatnya?

Berikut tujuh skenario yang memungkinkan

1. Serangan terarah dan presisi.

Lewat serangan ini, korban sipil dapat diminimalkan dan mendorong transisi menuju demokrasi. Pasukan udara dan angkatan laut AS melakukan serangan terbatas dan presisi yang menargetkan pangkalan militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan unit Basij - pasukan paramiliter di bawah kendali IRGC - lokasi peluncuran dan penyimpanan rudal balistik serta program nuklir Iran.

Rezim yang sudah melemah digulingkan, dan akhirnya bertransisi menuju demokrasi sejati saat Iran dapat bergabung kembali dengan dunia.

Ini adalah skenario yang sangat optimis. Karena buktinya, intervensi militer Barat di Irak dan Libya tidak membawa transisi yang mulus menuju demokrasi. Meskipun mengakhiri kediktatoran brutal di kedua kasus tersebut, hal itu justru membawa kekacauan dan pertumpahan darah selama bertahun-tahun.

Suriah, yang melakukan revolusinya sendiri, menggulingkan Presiden Bashar Al-Assad tanpa dukungan militer Barat pada tahun 2024, sejauh ini telah menunjukkan hasil yang lebih baik.

2. Rezim bertahan tetapi memodifikasi kebijakannya

Ini secara luas dapat disebut sebagai "model Venezuela" di mana tindakan AS yang cepat dan kuat membuat rezim tetap utuh tetapi dengan kebijakan yang dimodifikasi.

Dalam kasus Iran, ini berarti Republik Islam bertahan, yang tidak akan memuaskan sebagian besar warga Iran, tetapi dipaksa untuk mengurangi dukungannya terhadap milisi kekerasan di seluruh Timur Tengah, menghentikan atau mengurangi program nuklir dan rudal balistik domestiknya serta melonggarkan penindasan terhadap protes.

Skenarion ini memang lebih tidak mungkin. Karena sampai sekarang,  Kepemimpinan Republik Islam tetap menantang dan menolak perubahan selama 47 tahun.

3. Rezim runtuh, digantikan oleh pemerintahan militer

Banyak yang berpikir ini adalah hasil yang paling mungkin terjadi. Meskipun rezim tersebut jelas tidak populer di kalangan banyak orang, dan setiap gelombang protes berturut-turut selama bertahun-tahun semakin melemahkannya, tetap ada kekuatan keamanan yang besar dan meluas dengan kepentingan pribadi dalam mempertahankan status quo.

Alasan utama mengapa protes sejauh ini gagal menggulingkan rezim adalah karena tidak ada pembelotan signifikan ke pihak mereka. Sementara mereka yang berkuasa siap menggunakan kekuatan dan kebrutalan tanpa batas untuk tetap berkuasa.

Dalam kekacauan pasca-serangan AS, dapat dibayangkan bahwa Iran akhirnya diperintah oleh pemerintahan militer yang kuat yang sebagian besar terdiri dari tokoh-tokoh IRGC.

4. Iran membalas dengan menyerang pasukan AS dan negara-negara tetangganya

Iran telah bersumpah untuk membalas setiap serangan AS, dengan mengatakan bahwa "jari mereka siap menembak".

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|