Para pengunjuk rasa berbaris di pusat kota Teheran, Iran, Senin, 29 Desember 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN—Seorang pejabat Iran menyatakan kepada Aljazeera bahwa Trump tampaknya lupa bagaimana Iran menanggapi perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu.
Pernyataan ini menanggapi cuitan Presiden AS Donald Trump. Dia menambahkan bahwa mereka menyarankan Trump untuk mengingat hari keenam perang itu, ketika Wakilnya, J D Vance, terus-menerus mengirim pesan untuk gencatan senjata. “Dan jawaban kami hanya tidak,” kata dia, dikutip dari Aljazeera, Senin (5/1/2026).
Dia melanjutkan bahwa mereka merekomendasikan para pejabat yang bijaksana di Amerika Serikat agar tidak terjebak dalam kegilaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan berkas-berkas palsunya, serta mencegah Trump terjerumus ke dalam kubangan.
Hal ini karena hasil dari setiap intervensi asing di wilayah tersebut akan menjadi respons yang menyakitkan dan menentukan.
Pesan untuk semua
Pejabat tinggi Iran itu menjelaskan negara yang menjadi penyebab dijatuhkannya sanksi terhadap rakyat Iran tidak dapat berperan sebagai pengasuh yang lebih penyayang daripada ibu.
Hal ini karena Amerika adalah negara yang bahkan memasukkan obat-obatan berbahaya ke dalam daftar sanksinya.
Di dalam negeri, pejabat tersebut menekankan bahwa protes berbeda dengan kerusuhan dan bahwa rakyat telah membedakan dengan jelas antara tuntutan mereka yang sah dan proyek sabotase yang dipimpin oleh Trump.
Pejabat tersebut memperingatkan negara-negara tetangga agar mereka harus melihat dengan cerdas langkah-langkah Amerika-Zionis.

1 month ago
20















































