Iran Janji Ratakan Tel Aviv Jika Diserang Amerika

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memperingatkan pada Rabu bahwa negaranya akan menanggapi tindakan militer apapun yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran sebagai tindakan perang. Jantung Tel Aviv di Israel disebut akan jadi sasaran jika Iran diserang.

Ali Shamkhani, yang juga merupakan perwakilan pemimpin tertinggi di Dewan Pertahanan negara tersebut, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah postingan di platform media sosial X. 

"Serangan terbatas (AS) hanyalah sebuah ilusi. Tindakan militer apa pun yang dilakukan Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang,” tulis Ali Shamkhani.

“Dan responsnya akan bersifat segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada pihak agresor, di jantung kota Tel Aviv, dan kepada semua pihak yang mendukung pihak agresor."

Pernyataannya muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa “armada besar”, yang dipimpin oleh Kapal Induk Abraham Lincoln dan lebih besar dari yang dikirim ke Venezuela, sedang menuju Iran, dan memperingatkan Teheran bahwa “waktu hampir habis” untuk membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Pada hari Senin, Iran memperingatkan akan adanya tanggapan yang “komprehensif dan menimbulkan penyesalan” terhadap agresi apa pun.

Menanggapi ancaman Trump dalam unggahan di X pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Iran SEED Abbas Araghchi mengatakan, "Angkatan bersenjata kita yang berani siap -- dengan siap menembak -- untuk segera dan dengan kuat merespons setiap agresi."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan merespons dengan tegas setiap operasi militer AS, namun tidak mengesampingkan kesepakatan baru mengenai program nuklir Teheran.

"Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut baik perjanjian nuklir yang saling menguntungkan, adil dan setara – dengan pijakan yang setara, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi – yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir untuk tujuan damai, dan menjamin tak ada lagi senjata nuklir."

Dalam postingan terbarunya di Truth Social, Trump tidak menyebutkan tindakan keras mematikan yang terjadi bulan ini terhadap protes antipemerintah, namun mengatakan Iran perlu menegosiasikan kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|