Ilustrasi bahan pokok.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang pelaksanaan tradisi Ruwah, sebuah prosesi sakral yang ditandai dengan sedekah nganggung dan ziarah kubur oleh masyarakat Bangka Tengah, permintaan komoditas pangan pokok cenderung mengalami lonjakan signifikan.
Fenomena tahunan ini menuntut langkah preventif dari pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman serta harga tetap terjangkau guna melindungi daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersinergi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung merespons kebutuhan tersebut dengan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Keretak Atas, Kecamatan Sungaiselan, pada Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah persiapan masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Dian Akbarini, menjelaskan bahwa GPM merupakan instrumen penting dalam pengendalian inflasi, terutama di titik-titik krusial menjelang hari besar keagamaan. "Melalui GPM, warga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk kegiatan Ruwah dengan harga di bawah pasar, sehingga tekanan inflasi di tingkat rumah tangga dapat kita redam," ujarnya di Koba.
Pelaksanaan GPM ini didukung oleh mitra strategis seperti Perum Bulog, Rajawali Nusindo, hingga pelaku UMKM lokal. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp59.000, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita seharga Rp15.500 per liter. Untuk komoditas protein, masyarakat dapat memperoleh telur ayam ras seharga Rp52.000 per rak.
Staf Ahli Bupati Bangka Tengah, Tamimi, menambahkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Dengan ketersediaan stok yang aman di tingkat distributor hingga pedagang eceran, diharapkan stabilitas harga pangan di wilayah Sungaiselan tetap terjaga hingga masa Idul Fitri mendatang.
Keberhasilan program ini diharapkan mampu menjadi model pengendalian harga yang efektif bagi wilayah lain, memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi adat dan ibadah dengan tenang tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali.
sumber : Antara

1 hour ago
1














































