Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memperkenalkan program Beras Haji Nusantara sebagai langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah calon haji Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Inisiatif ini bertujuan memastikan jamaah mendapatkan asupan pangan berkualitas sekaligus memberdayakan produk beras dalam negeri di Tanah Suci.“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jamaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara,” ujar Gus Irfan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan total kebutuhan beras untuk 205.420 orang (jamaah reguler dan petugas) mencapai 2.280 ton. Jumlah ini dihitung berdasarkan frekuensi makan jamaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan enam kali di wilayah Armuzna.
“Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen,” katanya.
Selama ini, kata dia, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras komoditas negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824 per kg.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat menyentuh Rp16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan. Langkah ini juga menjadi upaya efisiensi dan standardisasi menu jamaah.
sumber : Antara

4 weeks ago
13

















































