REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Dalam kitab Al Hikam Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari mengatakan, "Janganlah suatu keataatan membuatmu bangga, karena engkau merasa bahwa ketaatan itu muncul darimu. Akan tetapi bergembiralah karena ia muncul dari Allah untukmu. (Katakanlah dengan rahmat Allah dan kasih sayang ALlah, kalian bergembira. Dan itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."
Syekh Abdul Madjid as Syarnubi Al Azhari dalam Syarah Al Hikam menjelaskan, janganlah seorang hamba merasa senang dan berbangga diri atas suatu ketaatan. Di mana, jika perasaan itu muncul dari kekuatan dirinya.
Apabila seorang hamba merasakan senang yang seperti ini, maka dia akan dihinggapi rasa ujub dan sombong karena dia merasa bahwa itu semua berkat usaha dan kekuatannya. Akan tetapi, bergembiralah dengan ketaatan kita, karena kita menyadari bahwa itu semua berkat taufik, fadlal, dan kasih sayang ALlah kepada kita.
Allah berfirman dalam surat as Shaafat ayat 96:
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
wallâhu khalaqakum wa mâ ta‘malûn
Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.”
Sesungguhnya hikmah ini disandarkan pada ayat Alquran Surat Yunus ayat 58 yang berbunyi: "
قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
qul bifadllillâhi wa biraḫmatihî fa
bidzâlika falyafraḫû, huwa khairum mimmâ yajma‘ûn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”

5 hours ago
5
















































