Jelang Ramadhan–Lebaran, Pemerintah Jaga Harga Beras dan Ongkos Mudik

6 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memperkuat pengendalian inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 untuk menahan kenaikan harga pangan dan biaya mudik masyarakat. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) ditargetkan tetap berada dalam kisaran 2,5±1 persen sepanjang 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang digelar Kamis (29/1/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tekanan inflasi pada periode Ramadhan dan Lebaran umumnya bersumber dari kelompok pangan bergejolak (volatile food), terutama bahan makanan pokok.

“Terkait volatile food, terutama makanan, terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).

Pemerintah, kata Airlangga, memprioritaskan pengamanan pasokan pangan strategis seperti beras, bawang merah, dan bawang putih melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah serta perbaikan distribusi antarwilayah.

“Pemerintah juga mendorong agar koordinasi antara daerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antarwaktu dan antarwilayah, melalui peningkatan produktivitas dan pembiayaan, serta meningkatkan kelancaran logistik untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan tentu yang penting mengenai beras,” jelasnya.

Selain harga pangan, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menekan biaya masyarakat selama musim mudik Lebaran. Berbagai program diskon transportasi telah disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol, itu sudah dipersiapkan,” ungkap Airlangga.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah guna menjaga konsumsi rumah tangga selama Ramadhan dan Idul Fitri. Bantuan sosial tersebut dapat berupa beras maupun minyak.

Airlangga menambahkan, tekanan inflasi pada awal 2026 juga dipengaruhi faktor global, cuaca, serta pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional. Karena itu, dukungan infrastruktur dan logistik di daerah terdampak bencana turut menjadi perhatian pemerintah.

“Pemerintah juga terus mendorong dukungan infrastruktur dan logistik di daerah bencana agar kita bisa menjaga stabilitas harga. Tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun,” katanya.

Sebagai informasi, inflasi sepanjang 2025 tercatat sebesar 2,92 persen secara year on year dan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Pemerintah dan Bank Indonesia optimistis stabilitas harga dapat dijaga selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|