Kementan Ungkap 820 Ribu Ternak Mati Akibat Bencana Sumatera

1 month ago 17

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat lebih dari 820 ribu ekor ternak mati atau hilang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Dampak pada subsektor peternakan tersebut menambah tekanan pemulihan pertanian di kawasan sentra pangan di Pulau Andalas.

Kerugian ternak tersebut menjadi bagian penting dalam perhitungan pemulihan pascabencana. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,49 triliun dari APBN 2026 dan mengajukan tambahan Rp5,1 triliun untuk memulihkan sektor pertanian secara menyeluruh di tiga provinsi terdampak.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bencana tidak hanya merusak sawah dan perkebunan, tetapi juga memukul peternakan rakyat yang menjadi penopang ekonomi pedesaan.

“Kementerian Pertanian berupaya membantu memulihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak pascabencana, baik dengan mengoptimalkan anggaran APBN 2026 yang tersedia maupun dengan mengusulkan anggaran tambahan,” ujar Amran dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, di Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan pendataan per 13 Januari 2026, jumlah ternak mati atau hilang tercatat lebih dari 820 ribu ekor. Kerugian tersebut terjadi bersamaan dengan rusaknya kandang, hilangnya pakan, serta terganggunya akses distribusi akibat banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor.

Kementan mengalokasikan sebagian anggaran pemulihan untuk mendukung subsektor peternakan, termasuk penyediaan pakan ternak dan sarana prasarana pendukung. Dukungan tersebut menjadi bagian dari paket pemulihan yang juga mencakup rehabilitasi lahan sawah, perkebunan, dan infrastruktur pertanian.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|