Kenapa Bursa Efek Indonesia Dua Hari Ini Ambruk? Simak Penjelasan Sederhananya

3 hours ago 4

Tamu undangan berada di dekat layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Awan hitam masih menggantung di atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di hari kedua setelah adanya pernyataan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) kemarin. Pada Kamis (29/1/2026), IHSG dibuka di level 8.027 poin langsung terseret ke bawah akibat investor terutama asing melepas saham-saham blue chips. Dalam 20 menit perdagangan, indeks sudah terkapar di 7.730 poin, langsung dibekukan oleh otoritas selama 30 menit.

Apa sebenarnya yang terjadi di bursa saham dalam dua hari ini? Berikut analogi sederhana untuk menggambarkan situasinya:

Kita bisa bayangkan pasar saham itu sebagai sebuah gedung apartemen besar. Perusahaan tercatat atau emiten adalah unit-unit. Para pemegang saham dengan demikian adalah para penghuni unit apartemen. Pengelola apartemennya adalah IDX alias otoritas bursa. Sementara Kustodian Sentral Efek Indonesia adalah kantor administrasi yang mengurusi dan menyimpan data penghuni. Investor dalam dan luar negeri adalah orang yang ingin membeli atau menyewa unit apartemennya.

Nah, selama ini daftar penghuni apartemen memang sudah ada dan tersimpan baik. Tapi memang diakui tidak semua ditel penghuni apartemen dipajang di papan pengumuman. Yang ditampilkan menyerupai ringkasan: berapa unit terisi, siapa pemilik utama apartemennya, bagaimana kondisi apartemen nya.

Lalu datang pihak luar (MSCI) yang mengatakan, "Kalau daftar penghuninya tidak ditampilkan lebih rinci dan seragam, orang bisa ragu loh, siapa sih yang sebenarnya tinggal di sini."Pernyataan MSCI ini juga mengacu pada aturan publikasi free float yang masih berlaku di IDX. Free float adalah terminologi untuk menggambarkan porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.

Atau dalam analogi apartemen itu adalah unit apartemen yang benar-benar boleh dijual beli sewa milik publik. Gara-gara pernyataan MSCI ini, maka sentimen negatif dan kekhawatiran merebak. MSCI ini bisalah disebut sebagai pasar besar apartemen di luar negeri yang tugasnya ikut mendata unit-unit di berbagai negara untuk keperluan sewa beli investor.

Pernyataan MSCI tersebut mendorong calon penghuni dan investor jadi khawatir. Karena khawatir maka sebagian memilih menunda masuk ke apartemen IDX, atau bahkan yang tadinya sudah membeli apartemen, menjualnya kembali karena krisis kepercayaan. Ini memicu harga unit apartemen (saham) langsung melorot dalam dua hari ini.

Kalau begitu, apa yang tengah dilakukan otoritas dan KSEI? Pada intinya data emiten itu tetap ada dan valid. Tidak ada kehilangan data. Yang sedang dilakukan adalah menata ulang cara menyampaikan daftar penghuni agar lebih mudah dipahami MSCI atau pihak luar. Kemudian otoritas bursa juga menyelaraskan standar keterbukaan data itu agar sesuai dengan praktik global tanpa melanggar aturan perlindungan data. Dan tentu saja berkomunikasi aktif dengan investor dan MSCI agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Intinya: Apartemennya tetap berdiri, penghuninya tetap ada. Yang diperbaiki adalah papan informasi, bukan fondasi gedung apartemen.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|