Luncurkan Kolaborasi Indonesia Berdaya, Menko PM tekankan kolaborasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi dalam gerakan Kolaborasi Indonesia Berdaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menanggulangi kemiskinan secara efektif. Peluncuran gerakan ini berlangsung di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta, pada Kamis.
Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui gerakan ini harus dilakukan dengan kolaborasi sejajar untuk menghadirkan program-program yang efektif. Dalam peluncuran bertema "Pulih Bersama, Bangkit Berdaya", ia menekankan perlunya menyatukan pengalaman panjang pemerintah dan gerakan filantropi untuk membangun pendekatan baru yang lebih efektif dalam menanggulangi kemiskinan.
Meski angka kemiskinan menurun hingga 8,25 persen per September 2025, Muhaimin menilai capaian tersebut belum cukup jika tidak diiringi dengan pemberdayaan yang berkelanjutan. Ia juga memperingatkan bahwa musibah yang terjadi berulang kali di Tanah Air dapat memicu kemiskinan baru dan menghambat target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026.
"Kita yakin penanggulangan kemiskinan dengan berbagai upaya, termasuk yang paling penting hari ini melalui Kolaborasi Indonesia Berdaya, tidak boleh lagi menjadi fakta yang terus menerus tanpa diatasi secara fundamental," tegasnya. Muhaimin menambahkan bahwa kemiskinan tidak boleh lagi menjadi realitas struktural atau kultural yang diwariskan dari berbagai pengalaman sebelumnya.
Acara tersebut juga diisi dengan pembagian 1.000 bingkisan untuk anak yatim, 10.000 paket buka puasa sunah bagi masyarakat umum, dan bantuan pemulihan untuk Sumatra senilai Rp4,1 miliar, berkolaborasi dengan sejumlah lembaga filantropi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 weeks ago
31

















































