Warga Israel di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel, Ahad, 28 November 2021. Seperempat Yahudi Israel dilaporkan siap melakukan eksodus.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Laporan “Wajah Masyarakat” tahun 2024 yang diterbitkan oleh Biro Statistik Pusat Israel mengungkap perubahan demografis dan psikologis yang tajam di Israel akibat perang Gaza.
Data menunjukkan bahwa banyak warga Israel percaya bahwa kehidupan mereka tidak akan membaik, ditandai dengan penurunan tingkat pernikahan, peningkatan tingkat stres, serta menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah dan peradilan.
Surat kabar Israel Hayom dan Ynet, situs digital surat kabar Yedioth Ahronoth, meninjau poin-poin penting dalam laporan tersebut, yang berfokus pada pemukim di sekitar Gaza, penduduk perbatasan Lebanon, pengungsi, keluarga tentara cadangan, korban luka, dan penyandang disabilitas.
Berikut ini sejumlah fakta yang secara telanjang diungkap ke publik sebagai dampak perang selama dua tahun terhadap Israel, dikutip dari Aljazeera, Kamis (29/1/2026): 1. Cacat fisik dan psikologis
Masyarakat Israel mengalami peningkatan yang signifikan dalam jumlah penyandang cacat fisik dan psikologis. Berikut adalah temuan Israel Hayom mengenai perubahan-perubahan tersebut:
Pertama, laporan tersebut mencatat lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jumlah penyandang disabilitas di Israel, menurut Israel Hayom, dengan jumlah yang meningkat dari 1,16 juta (11,7 persen dari populasi) pada 2023 menjadi 1,32 juta (13,1 persen) pada 2024.
Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah penerima bantuan pemerintah untuk disabilitas akibat tindakan permusuhan dari 4.200 pada 2023 menjadi 29.900 pada 2024.
Kedua, jumlah penyandang disabilitas di wilayah Gaza saja meningkat dari 52.900 menjadi 76.700.

4 hours ago
4
















































