Kontes lagu Eurovision. Lembaga penyiar negara Italia RAI secara resmi meminta agar seorang artis Palestina diperbolehkan tampil di kontes yang akan digelar di Wina, Austria.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketegangan terkait partisipasi Israel dalam Kontes Lagu Eurovision 2026 terus meningkat. Menyusul seruan dari serikat pekerja Italia untuk memboikot ajang tersebut, lembaga penyiar negara Italia RAI secara resmi meminta agar seorang artis Palestina diperbolehkan tampil di kontes yang akan digelar di Wina, Austria.
Menurut surat yang dipublikasikan oleh Corriere della Sera, tiga anggota dewan RAI mengajukan proposal kepada European Broadcasting Union (EBU) dan penyiar Austria ORF agar artis Palestina bisa tampil di luar kompetisi atau sebagai bintang tamu. Permintaan ini digambarkan sebagai upaya untuk menyeimbangkan wacana publik seputar konflik yang sedang berlangsung.
"Palestina harus disambut di panggung Eurovision, jika kita tidak ingin merusak nilai inklusi dan persaudaraan yang diwakili musik," demikian isi surat tersebut, dilansir laman Euronews, Rabu (28/1/2026).
RAI mengatakan proposal ini bukan untuk mendiskualifikasi Israel, melainkan merupakan inisiatif budaya dan tanda tanggung jawab sipil serta dialog. Permohonan ini diajukan setelah peserta Festival di Sanremo, Levante, menyatakan akan menolak mewakili Italia jika menang di festival Italia tersebut. Protes ini menjadi bentuk solidaritas terhadap Palestina dan penolakan terhadap partisipasi Israel.
Sementara itu, dalam konferensi pers Festival di Sanremo, Direktur Komunikasi RAI Fabrizio Casinelli mendesak agar permintaan ini tidak diabaikan. "RAI meminta agar tidak menutup mata. Kami menyampaikan posisi kami saat permintaan itu diajukan, dan ini adalah posisi resmi kami," kata dia.
Hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak EBU maupun ORF terkait permintaan tersebut. Kontes Lagu Eurovision 2026 akan berlangsung pada 12, 14, dan 16 Mei di Wina. Sebanyak 35 negara akan berpartisipasi dalam acara musik langsung terbesar di dunia.
Adapun Spanyol, Irlandia, Belanda, Slovenia, dan Islandia menarik diri karena keberadaan Israel dianggap tidak dapat diterima, mengingat tindakan genosida Israel menyebabkan ribuan warga sipil meninggal di Gaza. Meskipun ORF tidak melarang bendera Palestina serta memperbolehkan penonton menyoraki Israel, ketegangan diplomatik dan boikot diperkirakan akan terus mewarnai edisi ke-70 kontes ini.

1 hour ago
1















































