Mandi Air Panas Tiap Hari Ternyata Bisa Rusak Kulit, Ini Kata Ahli Dermatologi

3 weeks ago 21

Mandi air panas (ilustrasi). Air panas secara perlahan mengikis minyak alami yang diproduksi oleh kulit untuk menjaga kelembapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi banyak orang, berdiri di bawah guyuran air hangat saat cuaca dingin atau setelah hari yang melelahkan adalah bentuk kemewahan sederhana. Air yang mengepul dan uap yang memenuhi ruangan terasa seperti pelukan yang menenangkan.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, para ahli kulit mulai menyuarakan peringatan yaitu kebiasaan yang tampak tidak bersalah ini ternyata bisa menjadi musuh tersembunyi bagi kesehatan kulit. Dokter spesialis kulit di India, dr Aditi Dalvi Deshpande, mengatakan kebiasaan ini sering kali menjadi pemicu utama masalah kulit yang ia temui di ruang praktiknya. Menurutnya, kepuasan sesaat saat kulit menyentuh air panas tidak sebanding dengan kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan pada lapisan pelindung kulit.

"Selama musim dingin, saya melihat begitu banyak pasien datang dengan keluhan kulit kering, gatal, dan bersisik tepat setelah mereka mandi air panas," ujar dr Deshpande dikutip dari laman Hindustan Times pada Kamis (12/2/2026).

Dia menjelaskan, air panas secara perlahan mengikis minyak alami yang diproduksi oleh kulit untuk menjaga kelembapan. Kerusakan ini menjadi jauh lebih parah ketika kelembapan udara di lingkungan sekitar sedang rendah, membuat kulit kehilangan kemampuannya untuk memulihkan diri secara mandiri.

Bagi mereka yang sudah memiliki riwayat masalah kulit, risikonya jauh lebih besar. "Mencuci kulit secara berlebihan dengan mandi air panas setiap hari dapat mengganggu mikrobioma kulit Anda dan bahkan meningkatkan risiko eksim atau infeksi," ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|