Menag: Isra Miraj tak Cuma Historis, tetapi Mengandung Pesan Spiritual, Intelektual dan Sosial

1 month ago 23

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat diwawancarai Republika di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,TANJUNGPINANG — Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar menyampaikan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual dan membangun masyarakat yang beradab.

Menurut Menag, Isra Miraj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan sumber nilai spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan modern.

“Isra Miraj bukan sekadar peristiwa historis, tetapi mengandung pesan spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan bagi kehidupan umat manusia sepanjang zaman,” ujar Menag saat mengisi tausyiah pada peringatan Isra Miraj tingkat Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu malam.

Dalam tausyiahnya, Menag menguraikan makna Isra Miraj sebagai perjalanan spiritual dari masjid ke masjid.

Ia menegaskan pesan utama peristiwa tersebut adalah menjadikan seluruh ruang kehidupan sebagai bagian dari ibadah.“Rumah kita harus menjadi masjid, kantor kita harus menjadi masjid, dan setiap ruang aktivitas kita harus menjadi tempat sujud kepada Allah SWT,” ujar Menag.

Menag turut mengingatkan salat merupakan Miraj bagi orang beriman, yang tidak hanya melibatkan gerakan fisik, tetapi juga kesadaran batin. Sholat bukan sekadar ritual, melainkan Miraj-nya orang beriman atau tempat hambanya benar-benar bersujud dengan seluruh kesadaran diri.

Dalam kesempatan ini, Menag pun mengajak umat Islam menjadikan Rajab dan Syaban sebagai fase persiapan spiritual dan penguatan keluarga menjelang bulan suci Ramadan. Rajab dan Syaban adalah masa pemanasan untuk bertaubat, memperbaiki ibadah, dan memperkuat hubungan keluarga.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|