ILUSTRASI Rasulullah SAW.
REPUBLIKA.CO.ID,Kesederhanaan Rasulullah SAW tercermin bukan hanya dalam tutur kata dan sikap hidup, tetapi juga dalam cara beliau menyantap makanan sehari-hari. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menguraikan adab makan Nabi Muhammad SAW, dari sikap duduk, doa yang dibaca, hingga jenis makanan yang paling beliau sukai, yang seluruhnya sarat dengan nilai tawadhu, keberkahan, dan keteladanan bagi umatnya.
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW memakan apa adanya, tidak mengada-ada. Makanan yang paling disukai Rasulullah SAW adalah makanan yang dimakan bersama orang banyak.
Jika hidangan makanan siap disajikan, Nabi Muhammad SAW akan berdoa, "Dengan Nama Allah, Ya Allah Rabbku, jadikan hidangan ini nikmat yang laiak disyukuri sehingga menyampaikan ke dalam nikmat surga."
Seringkali Rasulullah SAW duduk untuk makan, maka beliau duduk dengan merapatkan kedua lututnya dan kedua telapak kakinya, sebagaimana duduknya orang sholat. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana hamba makan, dan aku duduk sebagaimana hamba duduk."
Nabi Muhammad SAW tidak memakan makanan yang masih panas. Rasulullah SAW bersabda, "Makanan yang masih panas tidak mengandung berkah. Sesungguhnya, Allah tidak memberi makanan kepada kita dengan panas api. Maka dinginkan makanan itu."
Nabi Muhammad SAW memakan makanan yang dihidangkan kepadanya dengan tiga jari dan kadang-kadang dengan empat jari. Suatu kali disuguhkan kepada beliau kue yang terbuat dari campuran tepung, madu, dan minyak samin. Beliau memakan kue itu lalu berkata, "Makanan ini enak."

2 hours ago
1














































