Menhan Venezuela Tuding Delta Force Bunuh Pasukan Penjaga Maduro

1 month ago 24

Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela Vladimir Padrino Lopez.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengatakan, sebagian besar tim keamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi Amerika Serikat (AS) di Caracas, Sabtu (3/1/2025) dini hari waktu setempat. AS mengirimkan pasukan khusus Delta Force untuk menyerbu kediaman dan menculik Maduro bersama istrinya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Ahad (4/1/2025), Padrino menuduh personel militer AS yang melaksanakan operasi tersebut telah membunuh dengan kejam sebagian besar tim keamanan Maduro, para prajurit, dan warga sipil yang tidak bersalah. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah korban.

Padrino juga menyebut, Maduro sebagai pemimpin yang otentik dan sah bagi negara tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Donald John Trump mengatakan, tindakan militer AS pada Sabtu berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga berjanji akan menegaskan kendali AS atas negara itu untuk sementara waktu dengan pasukan AS jika diperlukan. Selama ini, Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke AS dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York sambil menunggu dakwaan terkait narkoba, telah menolak tuduhan tersebut. Di sisi lain, para pejabat di Caracas menyerukan pembebasannya.

Padrino juga menuntut pembebasan Maduro dan istrinya segera dilakukan AS. "Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama segala sesuatu yang sedang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya," ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|