Menkeu Purbaya Ultimatum BEI: Akhir Maret Enggak Jalan, Saya ke Sana

8 hours ago 5

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sasaran selfie pengurus DEN Mohammaf Fadhil Hasan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan transparansi sesuai yang diminta Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal itu lantaran laporan terbaru MSCI membuat Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sampai 8 persen.

Purbaya menegaskan, pengawasan pasar modal menjadi tanggung jawab OJK. Dia menegaskan, pemerintah sudah meminta OJK untuk berkoordinasi dengan BEI dalam mempercepat penertiban free float sesuai yang diminta MSCI. Jika masalah itu tidak beres, ia memastikan bakal mendatangi kantor BEI dua bulan lagi.

"BEI Anda yang sikat lah (wartawan). Ya kalau Maret, sampai akhir Maret enggak jalan saya akan ke sana sebagai ketua KSSK," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026). Selain menkeu, Purbaya juga menjabat sebagai ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang membawahi OJK, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dia juga menyebut, MSCI meminta agar masalah transparansi saham yang beredar bisa dituntaskan sampai Mei 2026. Purbaya pun meminta kedua instansi tersebut bisa menyelesaikannya. "Itu kan OJK, saya sudah minta ke OJK untuk koordinasi dengan BEI. Dia akan mempercepat itu," ucap Purbaya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|