Mitos Ikan Dewa Kuningan, Ikan Keramat yang Bikin Warga Takut Kualat

2 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Keberadaan ikan dewa selama ini menjadi salah satu ikon khas Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Keberadaannya terus lestari seiring berbagai mitos yang mengiringi kehadirannya.

Salah satu mitos yang melingkupi ikan dewa selama ini menyebutkan ikan tersebut merupakan jelmaan prajurit Prabu Siliwangi, yang dikutuk karena tidak setia kepada Raja Padjajaran tersebut. "Cerita turun temurun dari orang tua memang seperti itu," ujar seorang seniman Kuningan, Eef Saefrudin Eef kepada Republika, Kamis (12/2/2026).

Selain itu, lanjut Eef, mitos lainnya menyebutkan ikan dewa tidak boleh dibunuh. Pasalnya, jika sampai membunuh ikan tersebut, maka pembunuhnya juga akan ikut mati.

“Daging ikan dewa juga disebut tidak boleh dimakan. Ya karena kalau ingin memakan daging ikan dewa, berarti ikannya kan harus dimatikan terlebih dahulu. Sedangkan mitosnya kan tidak boleh membunuh ikan tersebut,” lanjut Eef.

Eef mengungkapkan, tidak mengetahui pasti kebenaran dari mitos terkait ikan dewa tersebut. Namun, ia menilai, mitos itu sebenarnya bertujuan baik untuk menjaga kelestarian ikan dewa di habitatnya.

Mitos lain yang juga berkembang terkait ikan dewa, lanjut Eef, menyangkut jumlahnya yang selalu tetap. Karenanya, populasi ikan dewa di satu lokasi tidak bertambah ataupun berkurang.

Meski tidak tahu kebenarannya, namun ia memperhatikan, kematian ikan dewa selama ini kebanyakan terjadi pada ikan yang relatif masih muda. Sedangkan ikan dewa yang berukuran besar dan berumur tua, justru masih hidup.

Eef menambahkan, mitos lainnya menyebutkan ikan dewa hanya terlihat di siang hari dan menghilang saat malam hari. Namun, menurutnya mitos tersebut terbantahkan dengan keterangan pengelola objek wisata yang menemukan ikan dewa berkumpul di satu titik lokasi dekat sumber air saat malam hari.

Selama ini, ikan dewa hidup dan terjaga kelestariannya di kolam-kolam yang dijadikan objek wisata di Kabupaten Kuningan. Di antaranya di Balong Cigugur maupun Objek Wisata Cibulan.

Eef menilai, mitos di sekitar ikan dewa tidak terlalu mempengaruhi sikap masyarakat setempat terhadap ikan tersebut. Pasalnya, ikan itu memang hanya hidup di habitat tertentu dan semuanya menjadi objek wisata yang dijaga.

Malahan, pengelola objek wisata yang justru lebih terpengaruh dengan mitos-mitos itu. Karenanya, jika ada ikan dewa yang mati, maka ikan tersebut dibungkus dengan kain putih dan selanjutnya dikuburkan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|