Pabrik Emas di RI Ini Bisa Hasilkan 50 Ton per Tahun, Ini Pemiliknya

1 week ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memiliki pabrik atau fasilitas pengolahan dan pemurnian emas yang berkapasitas produksi hingga 50 ton emas per tahun.

Pabrik emas tersebut adalah milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

Precious Metal Refinery (PMR) atau pabrik penghasil emas batangan/logam mulia dengan kadar kemurnian 99,99% tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (17/3/2025) lalu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa dari kapasitas pabrik emas sebesar 50 ton per tahun tersebut, PT Freeport Indonesia sudah melakukan kontrak penjualan dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebanyak 30 ton per tahun.

"Mungkin lebih, sisanya akan kita prioritaskan market dalam negeri. Dan saya pikir ini adalah kesempatan bagi teman-teman pengusaha atau seluruh masyarakat untuk melakukan investasi di bidang emas," ungkap Bahlil saat ditemui usai peresmian fasilitas PMR di Gresik, Jawa Timur.

Lebih lanjut, Bahlil menilai investasi yang stabil di era ekonomi global yang tidak menentu yaitu emas. Adapun emas yang berasal dari pabrik milik Freeport Indonesia ini sudah mempunyai sertifikat internasional.

"Jadi nggak perlu ada keraguan," kata dia.

Bahkan, Bahlil mengatakan PMR ini merupakan pabrik emas terbesar di Indonesia dengan nilai investasinya mencapai US$ 630 juta atau setara Rp 10 triliun.

"Dan ini untuk di Freeport di Gresik. Kalau Amman Mineral 900 lebih emasnya 18-20 ton emas, jadi overall 2 pabrik mencapai 60-70 ton emas per tahun," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, PMR ini menjadi salah satu bagian dan berada di kawasan yang sama dengan smelter konsentrat tembaga di Gresik. Smelter konsentrat tembaga ini merupakan smelter dengan single line terbesar di dunia yang memiliki nilai investasi mencapai US$ 4,2 miliar.

"Berikutnya Freeport sekarang, kita sudah setujui perpanjangan izin ekspor, karena pabrik sempat terbakar di asam sulfat. Jadi produksi macet, yang saat ini emasnya yang belum pernah diresmikan dan diresmikan Pak Prabowo," ungkap Bahlil.

Adapun sebanyak 125 kilo gram emas batangan dengan kadar kemurnian 99,99% dari fasilitas PMR PTFI ini telah dikirimkan kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada 13 Februari 2025.


(wia)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Pertimbangkan Buka Keran Ekspor Konsentrat Freeport

Next Article RI Punya Pabrik Tembaga Terbesar di Dunia, Intip Pembelinya

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|