Pelajar di Pidie Jaya Aceh Mulai Sekolah di Tenda tanpa Seragam dan Perlengkapan Belajar

1 month ago 22

Suasana aktivitas belajar mengajar di ruang kelas yang telah dibersihkan pascabencana banjir bandang di SD Negeri Seuneubok Johan, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Aceh, Selasa (23/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Pelajar SMA Negeri 2 Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memulai proses belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Namun, mereka masih melakukannya di tenda karena sekolah mereka hingga kini masih tertimbun lumpur.

Kepala SMA Negeri 2 Meureudu M Diah mengatakan, kondisi sekolah hingga kini belum dapat digunakan karena ketinggian lumpur hingga dua meter. "Mulai hari ini anak-anak bersekolah. Proses belajar mengajar berlangsung di tenda, termasuk aktivitas administrasi sekolah, juga di tenda dengan kondisi seadanya," kata M Diah, di Pidie Jaya, Senin (5/1/2026).

Para siswa berdatangan dengan pakaian biasa ke sekolah. Hanya beberapa dari mereka bersekolah mengenakan seragam putih abu-abu. Hampir semua mereka datang tanpa membawa peralatan dan perlengkapan belajar.

Sebelum memulai proses belajar mengajar, pelajar mengikuti upacara dengan pembina Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi. Upacara juga ikuti para guru dan tenaga pendidik lainnya.

SMA Negeri 2 Meureudu dengan peserta didik sebanyak 271 orang dan tenaga pendidik sebanyak 55 orang. Hampir semua peserta didik dan tenaga pendidik terdampak langsung banjir bandang.

M Diah mengatakan, pihaknya tidak memaksakan anak-anak bersekolah karena mereka juga menjadi korban bencana banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025.

"Kami juga sudah menyampaikan kepada pelajar bahwa proses belajar mengajar mulai 5 Januari 2026. Mungkin, tidak semua anak-anak mengetahuinya karena alat komunikasi mereka juga rusak akibat banjir," katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|