REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Program rudal Iran adalah sebuah garis merah dan bukan subjek yang bisa dinegosiasikan menurut Ali Shamkhani, penasihat Pemimpim Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Shamkhani membuat pertanyaan itu pada Rabu (11/2/2026) pada acara perayaan 47 tahun revolusi Islam di Iran.
"Kapabilitas rudal Republik Islam tidak bisa dinegosiasikan," kata Shamkhani dikutip media lokal dilansir Al Jazeera.
Iran dan AS pada Jumat (6/2/2026) melanjutkan perundingan nuklir di Muscat, Oman setelah beberapa pekan diwarnai ketegangan yang dipicu oleh ancaman militer dari Trump terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan perundingan di Muscat sebagai "awal baik", dengan mengatakan bahwa kedua negara bisa melanjutkan perundingan jika atmosfer rasa tidak saling percaya bisa teratasi.
Araghchi mengatakan, bahwa kedua belah pihak setuju untuk melanjutkan perundingan di Muscat pada tanggal yang lain. Menurut Araghchi, program rudal balistik tidak menjadi subjek negosiasi saat ini dan masa depan, dengan menggambarkan program itu sebagai sebuah "masalah pertahanan".

3 weeks ago
16

















































