REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Obat tetes mata memang mudah dibeli di apotek atau minimarket. Tapi tidak semua obat tetes mata mengobati masalah dengan benar.
Penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat terutama yang mengandung steroid untuk mengobati indikasi alergi justru bisa menyebabkan katarak. "Obat steroid memang enak buat (mengobati mata) gatal, tapi, bikin glaukoma dan katarak,” kata Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah dr Amir Shidik, Sp M, Subsp K B R, Rabu (8/4/2026).
Katarak merupakan kondisi berubahnya kejernihan lensa mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Kondisi itu umumnya berkembang secara perlahan dan tidak terasa mengganggu pada tahap awal penyakit.
Dia juga menyoroti anak-anak khususnya di bawah usia 15 tahun, menjadi kelompok paling rentan alergi yang dipicu berbagai faktor, mulai dari debu, susu, hingga kondisi lingkungan. Alergi, yang kerap ditandai dengan mata gatal atau mata merah, sering membuat seseorang menggunakan obat tetes mata tanpa konsultasi dan resep dokter.
Praktik menggunakan obat tetes mata tanpa resep memicu penyalahgunaan obat tetes mata berbahan steroid hingga menimbulkan efek samping. “Obat mata steroid itu efek sampingnya tekanan bola mata naik, katarak lebih cepat,” kata Amir.
Jika anak atau orang dewasa mengalami keluhan seperti mata merah atau sering mengucek mata, Amir menyarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter untuk mengetahui apalah keluhan itu disebabkan oleh mata kering atau reaksi alergi. Terutama pada mata merah, sang dokter menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika kondisi tidak membaik dalam satu hingga dua hari.
"Mata merah itu tanda inflamasi. Pada saat itulah kita butuh antibiotik, tapi, harus dalam pengawasan dokter," katanya.
Untuk mencegah katarak, selain hanya menggunakan tetes mata bersteroid dengan resep dokter, Amir menyarankan penggunaan kacamata pelindung sinar ultraviolet (UV) saat beraktivitas di luar ruangan. Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia, kacamata untuk digunakan di luar ruangan tidak harus berwarna hitam, namun, sebaiknya memiliki lensa dengan fitur pelindung sinar UV.
"Bisa kacamata anti UV, nggak harus hitam warnanya, apapun terserah. Justru kacamata itu bahaya cuma mengandalkan warna, tapi, nggak ada pelindung UV. Kacamata gelap akan buat pandangan kita lebih adem dan nyaman saja sebenarnya,” kata Amir.
Amir menjelaskan paparan berlebih UV dari sinar matahari memiliki efek samping menyebabkan katarak, perubahan kejernihan lensa mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Katarak pada umumnya berkembang secara perlahan dan cenderung tidak mengganggu pada tahap awal.
Selain katarak, paparan berlebih sinar UV pada mata juga bisa menyebabkan gangguan pada saraf mata dan retina. Oleh karena itu, Amir sangat menyarankan untuk menggunakan kacamata pelindung UV jika harus beraktivitas di luar ruangan pada jam 10.00 ke atas atau saat matahari bersinar terik.
"Pakailah kacamata pelindung UV dan topi yang lebar, yang penting cahaya matahari tidak langsung masuk ke mata," kata Amir. Ia juga menyarankan penggunaan topi yang lebar pada anak-anak jika mereka tidak suka menggunakan kacamata.
sumber : Antara

2 hours ago
1














































