Citra satelit yang dirilis oleh Vantor menunjukkan kerumunan besar pelayat memenuhi Lapangan Enghelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Fasilitas minyak Iran diserang untuk pertama kalinya sejak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pecah. Serangan udara Israel memicu kebakaran besar di sejumlah fasilitas minyak di Teheran dan Provinsi Alborz.
Dilansir Al Jazeera, Asap tebal terlihat membumbung di langit Teheran setelah serangan udara tersebut. Serangan itu menargetkan empat fasilitas penyimpanan minyak dan satu pusat transfer produksi minyak.
Serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari kesembilan pada Ahad (8/3/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran dan sekitar 300 orang di Lebanon. Sementara di Israel, sekitar selusin orang dilaporkan tewas, menurut pejabat setempat.
Kantor berita Fars melaporkan serangan pada Sabtu memicu kebakaran besar setelah menghantam empat fasilitas penyimpanan minyak serta pusat transfer produksi minyak di Teheran dan Provinsi Alborz. Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai “serangan dari Amerika Serikat dan rezim Zionis”.
Fasilitas yang menjadi sasaran antara lain gudang minyak Aghdasieh di timur laut Teheran, kilang minyak Teheran di bagian selatan kota, depot minyak Shahran di barat Teheran, serta depot minyak di Kota Karaj.
Sejumlah saksi menyebutkan minyak dari depot Shahran sempat bocor hingga ke jalan-jalan di sekitar lokasi.
Setidaknya empat pengemudi truk tangki dilaporkan tewas dalam serangan di Teheran dan Alborz, menurut laporan Fars. Meski demikian, pihak berwenang menyatakan tidak terjadi kekurangan distribusi bahan bakar.

2 days ago
9

















































