Perlukah ABK Bersekolah di Sekolah yang sama dengan Saudara Kandung?

8 hours ago 3

Siswa Sekolah Cikal. Bersekolah di lingkungan ekosistem sekolah inklusi yang sama antara ABK dan saudara sekandung memiliki makna yang sangat penting untuk optimalisasi pengembangan diri sang anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi setiap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), perjalanan mencari lingkungan pendidikan yang tepat sering kali menjadi sebuah pencarian panjang yang penuh pertimbangan emosional. Pertanyaan besar yang kerap muncul di benak keluarga adalah perlukah menyekolahkan ABK di lingkungan sekolah inklusif yang sama dengan saudara sekandungnya?

Apakah kehadiran sang kakak atau adik di gedung sekolah yang sama benar-benar mampu memberikan rasa aman dan pendampingan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan sosial maupun akademik?Kebersamaan dan kelekatan ABK dengan saudara sekandung dinilai merupakan langkah awal yang sangat krusial untuk membangun relasi sosial awal, sebelum sang anak melangkah menuju komunitas masyarakat yang lebih luas.

Ahli pendidikan inklusi dari Sekolah Cikal yang juga merupakan Coordinator Associate Pendidikan Inklusi Cikal, Muthia Devita, memberikan perspektif yang mendalam. Menurutnya, bersekolah di lingkungan ekosistem sekolah inklusi yang sama antara ABK dan saudara sekandung memiliki makna yang sangat penting untuk optimalisasi pengembangan diri sang anak.

Muthia melihat sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan sebuah ekosistem tempat anak mencari identitas dan penerimaan. Kehadiran saudara kandung di lingkungan yang sama bertindak sebagai "jangkar" emosional yang kuat bagi ABK.

“Kehadiran saudara sekandung dalam ekosistem yang sama dapat membantu ABK merasa aman, diterima, dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan sosial dan akademik” ujar Muthia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Jumat (27/2/2026).

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|