Tangkapan layar dari video viral anggota TNI dan Polri di Kelurahan Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, mendemonstrasikan dugaan es gabus terbuat dari bahan busa atau spons yang ternyata hoaks.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat menyatakan bakal melakukan evaluasi terhadap penanganan setiap temuan di wilayah usai kasus aparat menuduh penjual es gabus viral. Evaluasi itu dilakukan agar ke depannya kasus serupa tidak kembali terjadi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengaku telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kompetensi terlebih dahulu setiap ada temuan di lapangan. Hal itu dilakukan agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran.
"Tentunya setiap temuan di kewilayahan agar dapat berkoordinasi dengan fungsi yang berkompeten terlebih dahulu, sehingga dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat yang tepat dan benar," kata dia, Rabu (28/1/2026).
Menurut Reynold, dalam kasus es gabus itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebenarnya ingin melindungi masyarakat agar tidak terpapar dari makanan yang bisa membahayakan kesehatan. Namun, langkah itu berujung keliru lantaran informasi yang didapat belum dipastikan kebenarannya.
"Sesungguhnya niat Bhabinkamtibmas dan babinsa itu untuk menjaga masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan. Bahkan terkesan over protectif untuk masyarakat," kata dia.
Karena itu, pihaknya akan melakukan pembinaan khusus kepada para Bhabinkamtibmas agar bisa bertindak sesuai prosedur yang ada. Apalagi, Bhabinkamtibmas merupakan petugas yang bersentuhan dengan masyarakat di lapangan.
"Pasti dan harus selalu (dilakukan pembinaan) terkait perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya," kata dia.
Sebelumnya, kasus soal es gabus itu bermula ketika aparat polisi dan tentara menuduh pedagang di wilayah Utan Panjang, RT 010/05, Kemayoran, Jakarta Pusat. Aparat menuduh bahwa pedagang itu membuat es gabus dari bahan spons.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan langsung oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi. Artinya, dipastikan es itu tidak berbahaya.

2 hours ago
1
















































