Politik Israel Memanas Sikapi 7 Oktober, Mengapa Galant Serang Netanyahu? Simak 6 Tanya Jawab Ini

1 month ago 21

Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Perdebatan politik di Israel semakin memanas dengan meningkatnya saling tuduh mengenai tanggung jawab atas kegagalan pada 7 Oktober 2023.

Hal Ini memicu pertarungan narasi antara para aktor utama, sejalan dengan pemboman Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza meskipun gencatan senjata genosida telah diumumkan.

Dalam babak terbaru dari konfrontasi ini, mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant melancarkan serangan langsung terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Galant menyebutnya pembohong dan menuduhnya memalsukan narasi yang menyesatkan untuk melepaskan diri dari tanggung jawabnya atas serangan yang dilakukan oleh faksi-faksi perlawanan Palestina.

Hal yang dianggap sebagai kegagalan keamanan, intelijen, militer, dan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya menurut penilaian luas di dalam Israel.

Perselisihan antara Galant dan Netanyahu ini mungkin memiliki implikasi yang lebih luas, karena keduanya didakwa di Mahkamah Pidana Internasional atas kejahatan perang di Gaza, dan pada 21 November 2024, pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap keduanya.

Lalu, apa yang dikatakan Galant dalam serangannya, dan apa perbedaan utama antara versinya dan versi Netanyahu? Berikut tanya jawab yang menjelaskan kondisi ini, sebagaimana dikutip Aljazeera, Senin (9/2/2026):

1. Apa yang memicu kontroversi?

Pernyataan Galant muncul setelah Netanyahu, pada Kamis malam, menerbitkan dokumen setebal 55 halaman yang berisi tanggapan yang dia berikan kepada pengawas negara Matanyahu Engelman mengenai peristiwa 7 Oktober 2023 dan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Dia menyerahkan tanggapan tersebut pada akhir 2025

.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|