Prabowo Bertemu Guru Besar, Jubir Presiden: Indonesia Kekurangan 100 Ribu Dokter

1 month ago 24

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan akademisi dari berbagai kampus se-Indonesia. Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan yang berlangsung tertutup itu adalah media bagi Prabowo untuk menyampaikan pandangannya kepada para akademisi di bidang sosial humaniora (soshum).

"Update kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan. Oleh karena itu, Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menurut Prasetyo, agenda RI 1 selama sepekan ini, memang terkait dengan bidang pendidikan. Adapun pertemuan dengan akademisi bidang soshum tidak hanya membicarakan kondisi kebangsaan, sambung dia, juga dijadikan momen Prabowo meminta saran mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter.

Prasetyo menyebut, Indonesia saat ini, kekurangan sekitar 100 ribu dokter. Karena itu, pemerintah mengajak rektor dan guru besar ikut memikirkan masalah pendidikan, termasuk meningkatkan kualitas kampus.

"Kemudian juga kualitas lembaga-lembaga pendidikan kita, universitas-universitas kita, baik dosennya, sarana prasarananya, termasuk kita sedang menghitung dan berpikir bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap perguruan-perguruan tinggi negeri kita," ujarnya.

Prasetyo melanjutkan, setelah pemerintah bisa menjalankan swasembada pangan dan energi, target berikutnya adalah meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat (SDM). Hal itu untuk memenuhi target mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu fondasi utamanya adalah sumber daya manusia, mengawakkan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045," ucap Prasetyo.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|