Prabowo Siap ke Iran, Indonesia Tawarkan Mediasi

2 hours ago 2

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan dan memulihkan kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk dengan melakukan kunjungan langsung ke Iran apabila disetujui para pihak terkait.

Dalam siaran resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dikutip di Jakarta, Sabtu, Pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang kemudian berujung pada eskalasi militer di kawasan.

Indonesia kembali menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan utama penyelesaian konflik. Pemerintah juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta penyelesaian perbedaan melalui cara-cara damai.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Langkah tersebut dinilai mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.

Kementerian Luar Negeri menilai peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta berdampak terhadap perdamaian dan keamanan dunia. Oleh karena itu, upaya diplomasi dinilai perlu terus dikedepankan guna mencegah konflik yang lebih luas.

Pemerintah Indonesia juga mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga komunikasi intensif dengan Perwakilan RI terdekat untuk memastikan keselamatan.

Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (28/2), Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025.

Trump menyatakan pasukan AS meluncurkan operasi militer berskala besar terhadap Iran dengan dalih meniadakan ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir negara tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Dua putaran awal berlangsung di Muscat dan Jenewa, sementara putaran ketiga digelar di Jenewa pada Kamis (26/2) di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|