REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Selly Andriany Gantina meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyiapkan operasional Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) secara matang agar benar-benar mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat pesantren.
Dengan status sebagai direktorat jenderal, menurut Selly, institusi baru ini akan mengelola fungsi yang sangat luas, mulai dari pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Konsekuensinya, kebutuhan anggaran yang diusulkan mencapai lebih dari Rp12 triliun dan akan berdampak signifikan terhadap total anggaran Kementerian Agama.
“Kalau ini kita perjuangkan bersama, anggaran Kementerian Agama ke depan bukan anggaran kecil. Totalnya bisa mencapai Rp129 triliun lebih. Pertanyaannya, apakah perangkat Kementerian Agama dari pusat sampai daerah sudah siap mengelola tanggung jawab sebesar itu,” ujar Selly dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Ia menilai kehadiran Ditjen Pesantren sejalan dengan kebutuhan untuk memperkuat fungsi keagamaan Kementerian Agama yang selama ini dinilai masih lebih dominan pada fungsi pendidikan. Padahal, pesantren memiliki peran strategis yang jauh lebih luas dan menyentuh langsung kehidupan sosial masyarakat.

1 hour ago
1
















































