Prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI AD membuka rekrutmen prajurit besar-besaran pada tahun ini. Informasi itu terungkap dengan beredarnya tangkapan layar berisi informasi rekrutmen prajurit pada 2026, di sejumlah kanal media sosial (medsos).
Total personel yang dibutuhkan mencapai lebih 70 ribu. Angka itu merupakan hasil rekrutmen di Mabes TNI dan Mabesad.
Perinciannya, di bawah Staf Personel TNI 1.450 personel, melalui jalur taruna Akademi Militer (Akmil) 700 orang dan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) 750 orang.
Kemudian, penyelenggaraan di bawah Staf Personel TNI AD yang juga terbagi menjadi dua. Satu, di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI terdiri calon bintara (caba) PK sebanyak 13.060 orang dan calon tamtama (cata) PK 66.570 orang. Kedua, di bawah TNI AD terdiri caba PK 2.000 dan cata PK 2.000.
Jika total rekrutmen prajurit perwira, bintara, dan tamtama TNI AD tahun ini mencapai 84.080 personel. Semua itu melalui jalur Kemenhan, Mabes TNI, dan Mabesad.
Rekrutmen sebanyak itu akan dibagi ke dalam tiga gelombang. Caba PK gelombang pertama 3.540 orang, gelombang kedua 5.540 orang, dan gelombang ketiga 5.980 orang. Adapun untuk cata PK, gelombang pertama 22.340 orang, gelombang kedua 24.340 orang, dan gelombang ketiga 21.890 orang.
Dalam rekrutmen tahun ini, sejumlah persyaratan dilonggarkan. Termasuk batas minimal tinggi badan dari 163 sentimeter (cm) menjadi 158 cm, khusus cata PK. Pun dengan usia maksimal caba PK dan cata PK pada saat dibuka maksimal 24 tahun.
Hanya saja, rencana rekrutmen tersebut masih menunggu persetujuan anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI Brigjen Rico Ricardo Sirait meminta berkaitan rekrutmen prajurit ditanyakan langsung ke TNI AD. "Silakan dikonfirmasi ke Kadispenad," kata Rico kepada Republika di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

2 hours ago
1















































